Prabowo Masih Pelajari Usulan 40 Calon Pahlawan Nasional, Ada Nama Soeharto

Prabowo belum memutuskan siapa saja tokoh yang mendapat gelar Pahlawan Nasional.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 30 Oktober 2025, 20:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan tiga aspek penting untuk mewujudkan masa depan kawasan yang menjanjikan saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-2 ASEAN-Gulf Cooperation Council (GCC) di Malaysia, Selasa (27/5/2025). (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menerima nama 40 tokoh yang diusulkan mendapat gelar Pahlawan Nasional. Menurut dia, Prabowo tengah mempelajari nama-nama yang diusulkan oleh Dewan Gelar dan Tanda Jasa.

"Nama Pahlawan kami sudah menerima secara resmi dari Kemensos, hasil dari Dewan Gelar dan Tanda Jasa. Sedang dipelajari oleh Bapak Presiden karena memang cukup banyak nama-nama yang diajukan," kata Prasetyo di ANTARA Heritage Center Jakarta Pusat, Kamis (30/10/2025).

Dia mengakui Presiden kedua RI Soeharto menjadi salah satu tokoh yang diusulkan mendapat gelar Pahlawan Nasional tahun ini. Namun, kata Prasetyo, Prabowo belum memutuskan siapa saja tokoh yang mendapat gelar Pahlawan Nasional.

"Jadi mohon waktu, nanti kalau sudah waktunya dan Bapak Presiden sudah mengambil keputusan, nanti akan kami umumkan," ujarnya.

"Termasuk (Soeharto) yang diusulkan," sambung Prasetyo.

Prasetyo menyebut tidak ada batasan yang mengatur jumlah tokoh yang mendapat gelar Pahlawan Nasional setiap tahunnya. Dia menyampaikan rencananya tokoh yang mendapat gelar Pahlawan Nasional akan diumumkan pada 10 November 2025, bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional.

"Ya, kita upayakan seperti itu (tanggal 10 November). Biasanya seperti itu," ucap Prasetyo.

Daftar 40 Nama Calon Pahlawan Nasional

Sebelumnya, terdapat 40 nama yang diusulkan oleh Kementerian Sosial untuk memperoleh gelar pahlawan nasional, yakni aktivis buruh perempuan asal Nganjuk, Jawa Timur, Marsinah, Presiden RI ke-2 Soeharto (Jawa Tengah), Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Jawa Timur), Syaikhona Muhammad Kholil; Rais Aam PBNU KH Bisri Syansuri; KH Muhammad Yusuf Hasyim dari Tebuireng, Jombang; Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf (Sulawesi Selatan), dan Jenderal TNI Purn. Ali Sadikin (Jakarta).

Selanjutnya ada Syaikhona Muhammad Kholil (Jawa Timur), H.M. Sanusi (Jawa Timur), K.H Bisri Syansuri (Jawa Timur), H.B Jassin (Gorontalo), Sultan Muhammad Salahuddin (Nusa Tenggara Barat), Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja (Jawa Barat), H. Ali Sastroamidjojo (Jawa Timur), dr. Kariadi (Jawa Tengah), dan R.M. Bambang Soeprapto Dipokoesomo (Jawa Tengah).

Kemudian, Basoeki Probowinoto (Jawa Tengah), Raden Soeprapto (Jawa Tengah), Mochamad Moeffreni Moe'min (Jakarta), KH Sholeh Iskandar (Jawa Barat), Syekh Sulaiman Ar-Rasuli (Sumatera Barat), Zainal Abidin Syah (Maluku Utara), Gerrit Agustinus Siwabessy (Maluku), Chatib Sulaiman (Sumatera Barat), dan Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri (Sulawesi Tengah).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya