Liputan6.com, Jakarta - Mirsa duduk di lantai, memeluk erat mainan, boneka, dan pakaian yang baru saja dibelinya untuk Akira. Tubuhnya terasa lemah, sementara air mata terus mengalir tanpa henti. Di depannya, hasil tes DNA yang menunjukkan bahwa Akira bukanlah anaknya. Meski hatinya meyakini sebaliknya, kenyataan itu menghancurkannya. Desi, ibunya, masuk ke dalam ruangan dan melihat putrinya dalam keadaan hancur. Tanpa ragu, ia mendekat, duduk di samping Mirsa, dan memeluknya dengan lembut, berusaha menjadi tempat bersandar.
Di tempat lain, Karina sudah siap mengantar Akira ke sekolah. Ia memanggil Eben untuk membawa tas Akira ke mobil. Eben mengangguk dengan sopan dan menjalankan tugasnya. Radit, yang juga bersiap berangkat, dipanggil oleh Karina karena dasinya kurang rapi. Dengan cekatan, Karina merapikan dasi Radit, dan sebagai ungkapan terima kasih, Radit memeluknya dengan hangat.
Advertisement
Sementara itu, Reza menerima telepon dari Pramana. Suara Pramana terdengar marah, membuat Reza terkejut. Pramana mengingatkan Reza bahwa ia sudah memperingatkan agar Mirsa tidak lagi datang ke rumahnya. Namun, karena Mirsa tetap datang, Pramana merasa harus mengambil tindakan tegas. Meski Reza berusaha menenangkan, Pramana sudah menutup telepon dengan nada ancaman.