Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota Depok berusaha menjangkau dan memenuhi pendidikan anak di Kota Depok, melalui sekolah gratis tingkat SMP maupun madrasah swasta. Hal itu disampaikan Wali Kota Depok, Supian Suri saat Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW di Balai Kota Depok.
Di hadapan para jamaah, Supian Suri mewujudkan asa anak di Kota Depok harus mengenyam pendidikan, salah satunya melui sekolah gratis. Pendidikan gratis melalui Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu.
Advertisement
"Kebijakan ini diberlakukan untuk menjawab keterbatasan sekolah negeri di Kota Depok," ujar pria yang kerap disapa Supian, Kamis (30/10/2025).
Supian berusaha mendalami keluhan orang tua pada kendala pembiayaan, khususnya di sekolah swasta. Tidak dapat dipungiri, biaya pendidikan di sekolah swasta lebih besar dibandingkan sekolah negeri, sehingga menjadi faktor pemicu anak putus sekolah.
"Tahun ajaran ini kita sudah menyiapkan sekolah swasta gratis ya," jelas Supian.
Upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Depok membuahkan hasil dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Sebanyak 49 sekolah dirangkul untuk memberikan pendidikan dengan skema pembiayaan melalui Pemerintah Kota Depok
"Saat ini ada 32 SMP swasta, sisanya adalah Madrasah Tsanawiyah swasta yang berkenan menjadi bagian sekolah swasta gratis," jelas Supian.
Masyarakat yang menyekolahkan anaknya pada sekolah yang tergabung pada RSSG, digratiskan pada sisi pembiayaan. Namun, sekolah tetap mendapatkan pembayaran melalui anggaran Pemerintah Kota Depok.
"Nanti sekolah swasta yang bekerja sama dengan kita tidak nagih biaya kepada muridnya yang sekolah di sana, tetapi ditagihkan ke Pemerintah Kota Depok," ucap pria lulusan STPDN yang kini menjadi IPDN.
Gelontorkan Rp 9 Miliar
Supian mengakui, mewujudkan program RSSG membantu pendidikan anak Kota Depok membutuhkan anggaran cukup besar. Pemerintah Kota Depok harus merogoh kocek anggaran sebesar Rp 9 Miliar.
"Satu anak yang bersekolah di sekolah swasta gratis biayanya selama satu tahun itu Rp 3 juta," kata Supian.
Berdasarkan data siswa yang bersekolah melalui program RSSG, terdapat jumlah siswa mencapai 3.000 siswa bersekolah di sekolah swasta gratis.
"Jadi tahun ini kita sudah membiayai kurang lebih Rp 9 miliar anggaran yang kita biayai untuk anak-anak kita bisa bersekolah," ungkap Supian.
Siasati Keterbatasan Sekolah Negeri
Upaya Pemerintah Kota Depok mengentaskan anak putus sekolah karena tidak memiliki biaya, dinilai cukup efektif mensiasati keterbatasan sekolah negeri di Kota Depok. Di hadapan para jamaah pengajian, Supian memastikan, sekolah swasta yang tergabung RSSG memiliki kualitas dalam memberikan pendidikan kepada siswa.
"Nah jadi enggak ada alasan ibu-ibu yang enggak punya duit anaknya enggak bisa sekolah," tutur pria yang pernah menjabat sebagai lurah.
Supian meyakinkan orang tua bahwa program RSSG sudah bekerjasama dengan Universitas Negeri Jakarta untuk melakukan pengawalan. Hal itu untuk memastikan kualitas kurikulum tidak jauh berbeda dengan sekolah negeri.
"Dari sisi bangunannya, Insya Allah seiring waktu kita akan siapkan bukunya dan yang lainnya untuk anak-anak kita bersekolah di sekolah swasta gratis," janji Supian.
Supian menegaskan, keberadaan program RSSG dapat memutus cerita orang tua yang tidak dapat menyekolahkan anaknya karena terbentur biaya.
"Mudah-mudahan ini menjadi upaya kita bagaimana anak-anak Depok, sekali lagi anak-anak Depok, warga Depok kudu semuanya sekolah," pungkas Supian.