Pelatih Inter Milan Lega Timnya Bisa Mengatasi Masa-Masa Sulit

Chivu terkesan dengan tim, terutama keterampilan individu Sucic yang mencetak gol Serie A pertamanya. Chivu menekankan bahwa tim sebesar Inter harus mampu mengatasi momen-momen sulit, dan kemenangan ini menunjukkan hal tersebut.

oleh Dimas Satria NugrohoDiterbitkan 30 Oktober 2025, 22:20 WIB
Pelatih anyar Inter Milan, Cristian Chivu. (X/Inter Milan)

Liputan6.com, Jakarta- Pelatih anyar Inter Milan, Cristian Chivu, tampak bahagia setelah mereka berhasil mengalahkan Fiorentina 3-0.

Ia memuji kesabaran dan kemampuan mereka dalam mengalami saat-saat sulit.

Dilansir Football Italia, Nerazurri merasakan tekanan setelah kekalahan 3-1 dari Napoli.

Selain itu, mereka juga kecewa dengan kontroversial mengenai VAR dan keputusan wasit.

Butuh waktu cukup lama bagi mereka untuk menaklukkan Fiorentina yang sedang kesulitan di San Siro.

Terutama berkat penampilan apik David De Gea, tapi akhirnya Hakan Calhanouglu akhirnya mencetak gol dari jarak jauh.

Hal itu diikuti segera setelahnya oleh pertunjukan keterampilan individu Sucic, kemudian Calhanoglu mengonversi penalti di menit akhir yang membuat Mattia Viti diusir keluar lapangan.

Ia menamabahkan Fiorentina sangat terorganisir. Mereka memilih bertahan lebih dalam dan mencoba menyerang tim asuhannya lewat serangan balik.

Ia juga menegaskan sempat mengalami beberapa masalah di sepertiga akhir lapangan akibat pilihan yang salah di babak pertama.


Chivu Ungkap Sangat Terkesan Dengan Inter

Gelandang Inter Milan, Petar Sucic, merayakan bersama rekan setimnya Alessandro Bastoni (kanan) dan Federico Dimarco, setelah mencetak gol dalam pertandingan Serie A antara Inter Milan dan Fiorentina di Milan, Italia, Rabu, 29 Oktober 2025. (AP Photo/Antonio Calanni)   

Pelatih tersebut berujar bahwa ia terkesan dengan penampilan Inter Milan, terutama keterampilan individu Petar Sucic.

"Kami memecah kebuntuan dengan tembakan jarak jauh, yang belum pernah kami coba sama sekali di babak pertama, dan itu membuat segalanya jauh lebih mudah. ​​Kami butuh kesabaran hari ini, untuk memahami apa yang coba dilakukan lawan, dan menemukan jalan keluar," ucapnya dilansir SportsMole.

Sucic mendapat kesempatan bermain sebagai starter yang langka setelah cedera Henrikh Mkhitaryan dan memanfaatkan sepenuhnya. Ia berhasil mencetak gol indah saat menerobos pertahanan lawan.

Chivu merayakan golnya dengan meriah di pinggir lapangan saat itu untuk memastikan kemenangan 2-0, menyaksikan gol pertama pemain Kroasia tersebut di Serie A.


Inter Milan Tampil Dengan Lini Pertahanan Tinggi

Pemain Inter Milan, Yann Aurel Bisseck, menyundul bola saat melawan Lecce pada pekan ke-17 Serie A 2023/2024 di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (24/12/2023). Gol pembuka Inter dicetak oleh Yann Aurel Bisseck di menit 43. Gol kedua disarangkan oleh Nicolo Barella di menit 78. (AP Photo/Luca Bruno)

Bek Inter Milan, Yann Bisseck, selalu ingin bermain dengan semangat membantu Chivu untuk bermain dengan garis tinggi.

Ia bermain 90 menit dalam kemenangan Inter 3-0 atas Fiorentina itu memulai sebagai bek tengah dalam lini belakang tiga orang yang dilengkapi oleh Manuel Akanji dan Alessandro Bastoni.

"Saya selalu ingin bermain, di mana pun saya bermain. Saya tahu kami ingin bermain dengan lini pertahanan yang tinggi. Saya rasa kami semua bermain dengan sangat baik, dan kami semua senang," ujar Bisseck dilansir SportsMole.

Bek asal Jerman itu nyaris mencetak gol di babak kedua, namun digagalkan oleh penyelamatan gemilang David De Gea.

Ia menambahkan bahwa semua pemain ingin mencetak gol, tetapi pertahanan sangat penting. Semuanya juga bermain hebat dalam menyerang dan bertahan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya