Tak Ada Xabi Alonso dalam Permintaan Maaf Vinicius Junior

Real Madrid tengah didera drama internal usai laga panas El Clasico melawan Barcelona.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 30 Oktober 2025, 13:49 WIB
Penyerang Real Madrid asal Brasil #07, Vinicius Junior, berjalan melewati pelatih Real Madrid asal Spanyol, Xabi Alonso, saat ia digantikan dalam pertandingan Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan FC Barcelona di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 26 Oktober 2025. (Oscar DEL POZO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Real Madrid tengah didera drama internal usai laga panas El Clasico melawan Barcelona. Ini bukan karena hasil pertandingan, melainkan karena ledakan emosi Vinicius Junior saat ditarik keluar oleh pelatih Xabi Alonso. Sang penyerang asal Brasil terlihat marah, berteriak ke arah Alonso, lalu berjalan langsung menuju lorong ruang ganti tanpa mampir ke bangku cadangan.

Sehari setelah insiden itu, Vinicius akhirnya menenangkan situasi lewat unggahan di media sosial. Ia meminta maaf kepada rekan setim, klub, presiden Florentino Perez, dan para Madridistas atas reaksi emosionalnya. “Hari ini, saya ingin meminta maaf kepada semua Madridistas atas reaksi saya ketika digantikan dalam El Clasico,” tulis Vinicius. “Seperti yang sudah saya lakukan secara langsung saat latihan hari ini, saya juga ingin kembali meminta maaf kepada rekan setim, klub, dan presiden.”

Menariknya, dari semua nama yang disebutkan dalam permintaan maaf itu, tak ada nama Xabi Alonso. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan publik: apakah ini sekadar kelalaian, atau pesan tersembunyi dari sang bintang?


Vinicius yang Merasa Tersakiti

Vinicius Junior dari Real Madrid ditahan oleh staf pelatih saat terjadi keributan setelah pertandingan La Liga melawan Barcelona di Madrid, Spanyol, Minggu, 26 Oktober 2025. (AP Photo/Bernat Armangue)   

Menurut laporan jurnalis Mario Cortegana dari The Athletic, keputusan Vinicius untuk mengabaikan Alonso bukanlah kebetulan. Ia memang sengaja menghapus nama sang pelatih dari daftar permintaan maaf karena merasa tersakiti oleh perlakuan Alonso dalam beberapa pekan terakhir.

Dari 18 laga yang sudah dijalani Real Madrid di bawah arahan Alonso, Vinicius hanya bermain penuh 90 menit sebanyak empat kali dan tiga kali memulai laga dari bangku cadangan. Dari 11 kali dirinya digantikan, tujuh di antaranya bahkan terjadi sebelum menit ke-75—termasuk saat El Clasico. Perlakuan itu dianggap sebagai bentuk kurangnya kepercayaan dari pelatih, sesuatu yang sulit diterima pemain sekelas Vinicius yang menjadi salah satu ikon klub.

Ketiadaan nama Alonso dalam permintaan maaf tersebut diyakini sebagai bentuk pernyataan halus bahwa hubungan keduanya sedang tidak baik. Sang pemain merasa kecewa, sementara sang pelatih ingin memberi pesan kedisiplinan.


Madrid Berusaha Meredam Api

Pemain Real Madrid dan Barcelona bersitegang dalam laga La Liga 2025/2026 di Santiago Bernabeu, 26 Oktober 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Di sisi lain, manajemen Real Madrid kabarnya tidak puas dengan situasi ini. Mereka kecewa dengan reaksi Vinicius di Santiago Bernabeu, tetapi juga menilai Alonso kurang bijak dalam menangani bintang asal Brasil itu. Klub memilih untuk tidak menjatuhkan denda kepada siapa pun, melainkan menyelesaikan masalah ini secara internal.

Permintaan maaf terbuka dari Vinicius memang menutup sebagian konflik di permukaan. Akan tetapi, keputusan untuk tidak memasukkan nama Alonso membuat situasi tetap menggantung. Hal ini diperkirakan akan menjadi bahan pembicaraan utama ketika Alonso menghadiri konferensi pers menjelang laga melawan Valencia pada Jumat mendatang.

Hubungan antara pelatih dan pemain bintangnya kini menjadi ujian baru bagi ruang ganti Los Blancos. Jika tak diredam dengan bijak, bara kecil di balik permintaan maaf itu bisa menjadi api besar yang mengganggu kestabilan Madrid di tengah musim yang masih panjang.

Sumber: The Athletic, Madrid Universal


Klasemen La Liga/Liga Spanyol

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya