Juventus Menang dan Mulai Pulih: Sikap Positif yang Harus Dijaga dengan Konsistensi

Setelah delapan pertandingan tanpa kemenangan di semua ajang, Juventus menutup bulan Oktober dengan senyum di Allianz Stadium.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 30 Oktober 2025, 12:37 WIB
Dusan Vlahovic merayakan gol pertama Juventus dalam pertandingan Serie A antara Juventus dan Udinese di Turin, Italia, Rabu, 29 Oktober 2025. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)   

Liputan6.com, Jakarta Setelah delapan pertandingan tanpa kemenangan di semua ajang, Juventus menutup bulan Oktober dengan senyum di Allianz Stadium. Kemenangan 3-1 atas Udinese, Kamis (30/10/2025), lebih berharga dari sekadar tambahan tiga poin.

Dusan Vlahovic membuka jalan lewat penalti cepat di menit kelima, sebelum Nicolo Zaniolo sempat membuat jantung tuan rumah berdegup dengan gol penyeimbang di akhir babak pertama. Namun, Juventus menunjukkan reaksi yang selama ini hilang. Federico Gatti membawa mereka kembali unggul, dan Kenan Yildiz menutup laga lewat penalti di masa injury time.

Lebih dari sekadar hasil, laga ini menjadi awal dari fase baru. Igor Tudor sudah pergi, dan tongkat komando sementara kini dipegang Massimo Brambilla. Dengan waktu persiapan yang minim, Brambilla berhasil mengembalikan mental para pemain yang sempat redup.


Tanda-tanda Perbaikan di Juventus Mulai Terlihat

Duel Lloyd Kelly dan Nicolo Zaniolo di laga Juventus vs Udinese (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Kemenangan atas Udinese mengangkat Juventus ke peringkat tujuh klasemen sementara Serie A dengan 15 poin dari sembilan laga. Belum ideal, memang. Akan tetapi, setelah berminggu-minggu terperosok dalam ketidakpastian, hasil ini terasa seperti embun di tengah kemarau panjang bagi para tifosi.

Lebih penting dari angka di klasemen, Juventus menunjukkan perubahan dalam sikap dan performa di lapangan. Tim bermain dengan intensitas lebih tinggi, rasa kebersamaan, dan fokus yang selama ini hilang. Semua pemain memperlihatkan tekad serta komitmen yang kuat untuk keluar dari krisis. Tim ini hidup dan sehat. Mereka pantas menang atas lawan yang berbahaya saat tandang.

Meski begitu, euforia harus tetap dijaga agar tidak berlebihan. Dua dari tiga gol Juventus datang lewat titik putih, dan sejumlah kelemahan ofensif masih tampak—terutama dalam membangun serangan terbuka. Hasil ini memang positif, tetapi belum bisa dijadikan patokan bahwa semua masalah telah selesai.


Konsistensi, Kunci Juventus untuk Kembali ke Puncak

Dusan Vlahovic merayakan golnya ke gawang Udinese dalam giornata kesembilan Serie A 2025/2026, Kamis (30/10/2025) (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Tantangan berikutnya bagi Juventus adalah menjaga konsistensi. Mereka perlu merangkai kemenangan beruntun untuk kembali bersaing di papan atas. Saat ini, Juventus hanya menipiskan jarak dua poin dari AC Milan, tetapi masih tertinggal enam poin dari AS Roma dan Napoli. Sementara itu, Inter kembali menunjukkan superioritas dengan kemenangan besar atas Fiorentina.

Tujuan utama Juventus jelas: menutup jarak dengan empat besar. Untuk mencapainya, mereka harus tampil stabil, terutama di laga tandang—area yang selama ini menjadi titik lemah. Di luar Turin, Juventus sering tampil buruk dan gagal membawa pulang poin berharga.

Kemenangan atas Udinese bisa menjadi titik balik asal dijaga dengan performa serupa di pekan-pekan berikutnya. Sikap positif sudah terlihat, semangat sudah menyala lagi, tetapi hanya konsistensi yang dapat mengubah tanda-tanda kebangkitan ini menjadi sesuatu yang nyata.

Sumber: TuttoJuve


Klasemen Serie A/Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya