Terungkap, Beberapa Pemain Real Madrid Minta Main di Sayap agar Bisa Menantang Lamine Yamal

Komentar Lamine Yamal yang terkesan menyudutkan dinilai jadi membuat pemain Real Madrid semakin termotivasi untuk mengalahkan Barcelona di laga El Clasico.

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 30 Oktober 2025, 11:00 WIB
Pemain Real Madrid dan Barcelona bersitegang dalam laga La Liga 2025/2026 di Santiago Bernabeu, 26 Oktober 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah pemain Real Madrid sangat kesal dan marah pada Lamine Yamal. Kemarahan ini dipicu komentar bintang Barcelona tersebut soal perilaku klub itu.

Lamine melontarkan komentar yang dianggap provokatif. Ia menyamakan Real Madrid dengan Porcinos, rival klubnya di kompetisi tersebut, dan menyebut keduanya sebagai tim yang “suka protes dan menangis”.

Ucapan itu langsung menyebar luas dan menciptakan tensi tinggi menjelang duel El Clasico, akhir pekan lalu. Benar saja, begitu laga dimulai, atmosfer Bernabeu terasa panas sejak menit pertama. Suporter Madrid terus mencemooh Lamine setiap kali ia menerima bola, seolah tak melupakan kata-kata yang ia lontarkan.

Kini, sebuah berita mengejutkan, yang merangkum kemarahan para pemain Real Madrid terhadap Yamal menjelang laga El Clasico. Situasi tersebut muncul dan terungkap di dunia maya.

Beberapa anggota skuad Xabi Alonso dilaporkan secara pribadi meminta mereka ditempatkan di sayap kiri saat melawan Barcelona. Menurut laporan dari Diario Sport, seorang anggota dewan direksi Barcelona baru-baru ini menerima kabar bahwa 'beberapa pemain Real Madrid meminta bermain di sayap kiri untuk menendang pemain sayap Barça tersebut'.


Lamine Yamal Dituduh Jadi Biang Kerok Kekalahan Barcelona

Penyerang Barcelona asal Spanyol #10, Lamine Yamal, bereaksi selama pertandingan Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan FC Barcelona di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 26 Oktober 2025. (Oscar DEL POZO/AFP)

Laga El Clasico akhirnya dimenangkan pasukan Alonso. Madrid menang tipis 2-1 atas Barcelona, dan kemenangan ini membuat mereka unggul lima poin di klasemen sementara La Liga.

Sementara itu, eks pemain Barcelona Rafinha Alcantara menilai Yamal menjadi biang keroknya. Rafinha menyesalkan apa yang dilakukan Yamal sebelum pertandingan El Clasico.


Yamal Dinilai Masih Muda dan Kurang Dewasa

Alvaro Carreras (Real Madrid) mengawal Lamine Yamal (Barcelona) dalam laga La Liga 2025/2026 di Santiago Bernabeu, 26 Oktober 2025. (AP Photo/Bernat Armangue)

Yamal mengeluarkan pernyataan yang menuding Real Madrid sebagai maling. Hal ini dinilai Rafinha membuat pemain Real Madrid jadi semakin termotivasi untuk mengalahkan Barcelona.

Hal ini dinilai Rafinha membuat pemain Real Madrid jadi semakin termotivasi untuk mengalahkan Barcelona. "Dia berdosa karena masih muda dan kurang dewasa dalam menyampaikan apa yang dia katakan. Kata-katanya memberikan motivasi ekstra bagi Madrid," ujar Rafinha kepada DAZN.


Ketenangan Timnas Spanyol Jadi Terusik

Aksi Lamine Yamal pada laga pramusim antara Barcelona vs Como 1907 (Dok. @FCBarcelona)

Ketenangan di ruang ganti Timnas Spanyol tampaknya kembali terusik setelah insiden gestur antara Dani Carvajal dan Lamine Yamal usai laga El Clasico Real Madrid vs Barcelona, Minggu (26/10/2025).

Jurnalis senior Roberto Gomez mengungkapkan kekhawatiran serius terkait hubungan antarpemain timnas. Dalam program La Tribu, Gomez menyebut peristiwa tersebut bisa membawa 'konsekuensi sangat berat' bagi keharmonisan skuad La Roja.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya