Liputan6.com, Jakarta - Adila mengajak Trian berkunjung ke panti asuhan, di mana Trian tampak sangat menikmati waktu bermain bola dengan anak-anak di sana. Bu Dini, salah satu pengurus panti, memuji Trian sebagai anak yang baik.
Di rumah, Adila merawat luka Trian di ruang tamu ketika pintu depan terbuka dan seorang tamu tiba. Tetangga Adila yang kebetulan lewat menyapa dengan ceria, Assalamualaikum, pengantin baru! Dia bertanya mengapa Adila tidak bekerja hari itu. Dengan jujur, Adila menjelaskan bahwa dia mengambil cuti untuk merawat suaminya yang sedang demam.
Advertisement
Jawaban Adila membuat Trian tersenyum malu. Apa aku tidak salah dengar? Kenapa jantungku berdebar seperti ini? pikir Trian. Dengan bercanda, dia merasa terlalu berlebihan dan khawatir akan pingsan atau mimisan.
Adila Khawatir Demam Trian Kembali Naik
Melihat pipi Trian yang memerah, Adila khawatir demamnya kembali naik. Ketika Adila mencoba menyentuh dahinya untuk memastikan, Trian menepis tangan Adila dengan malu-malu, tak bisa menyembunyikan rasa canggungnya.
Keesokan harinya, Adila dan Trian pergi ke rumah sakit. Adila berencana menjenguk Rama dan mengembalikan kalung pemberian Rama. Dalam hatinya, Adila bertekad, Aku harus melepaskanmu. Kamu berhak mendapatkan kebahagiaan yang sempurna.