Motor Brebet Usai Isi Pertalite, Bahlil Turunkan Tim Lemigas Lakukan Investigasi

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menurunkan tim Lemigas untuk menyelidiki kasus motor brebet usai isi Pertalite di Jawa Timur.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 29 Oktober 2025, 15:15 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan telah menurunkan tim untuk memverifikasi fakta terkait banyaknya laporan pengguna sepeda motor yang mengalami masalah mesin “brebet” setelah mengisi bahan bakar Pertalite di sejumlah daerah di Jawa Timur.

“Saya sudah turunkan timnya, nanti mungkin sore saya balik sudah bisa dapat laporannya,” ujar Bahlil dikutip dari Antara, Rabu (29/10/2025).

Bahlil menjelaskan, investigasi dilakukan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) guna memastikan kebenaran laporan masyarakat. “Lagi cek ya di Lemigas kebenarannya dan saya minta laporannya,” tambahnya.

Sepekan terakhir, keluhan datang dari berbagai daerah seperti Bojonegoro, Tuban, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan, di mana pengguna sepeda motor mengaku mesin kendaraannya mendadak tersendat bahkan mogok setelah mengisi Pertalite di SPBU tertentu.

Situasi ini memicu kekhawatiran publik terkait kualitas Pertalite dan efektivitas pengawasan distribusi BBM bersubsidi di lapangan.

 

Pertamina Bergerak Cepat

Sejumlah kendaraan mengantri di SPBU kawasan Kuningan, Jakarta, Sabtu (3/9/2022). Pemerintah akhirnya menaikan harga BBM bersubsidi, Adapun harga BBM yang mengalami kenaikan yaitu Pertalite menjadi Rp 10.000 per liter, harga solar menjadi Rp 6.800 per liter dan Pertamax menjadi Rp 14.500 per liter. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Menanggapi keresahan masyarakat, Pertamina bergerak cepat dengan menurunkan tim investigasi dan membuka posko pengaduan di beberapa wilayah terdampak. Perusahaan juga mengambil sampel BBM Pertalite dari sejumlah SPBU untuk diuji di laboratorium.

Beberapa pengamat otomotif menduga gangguan mesin itu bisa disebabkan oleh kadar oktan yang tidak sesuai standar atau adanya kontaminasi air dalam bahan bakar. Meski begitu, hasil uji laboratorium resmi belum dirilis hingga kini.

Sementara itu, Kementerian ESDM meminta masyarakat tetap tenang sambil menunggu hasil verifikasi resmi dari Lemigas dan Pertamina. Pemerintah memastikan seluruh laporan akan ditindaklanjuti secara transparan.

 

Memperkuat Sistem Pengendalian

Pengendara motor mengisi kendaraannya dengan BBM di salah satu SPBU, Jakarta, Selasa (15/3). Pertamina menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) umum Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex, dan Pertalite Rp 200 per liter. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dari sisi legislatif, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid turut menyoroti insiden ini. Ia meminta Pertamina memperkuat sistem pengendalian mutu dan membuka hasil investigasi secara terbuka kepada publik.

“Fenomena motor brebet ini bukan sekadar gangguan teknis, tetapi persoalan kepercayaan publik terhadap kualitas energi nasional. Pertamina harus menjelaskan hasil pemeriksaan laboratorium secara terbuka dan memastikan tindak lanjut cepat di lapangan,” kata Nurdin di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Ia menekankan, transparansi dan penegakan standar mutu BBM menjadi kunci menjaga kepercayaan publik terhadap Pertalite sebagai salah satu bahan bakar paling banyak digunakan masyarakat. Pertamina pun diminta segera mengambil langkah korektif jika ditemukan ketidaksesuaian standar di lapangan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya