Liputan6.com, Jakarta Yogyakarta adalah kota budaya yang selalu memikat hati. Kota ini dikenal dengan keramahan warganya serta kekayaan kuliner yang tak ada habisnya. Banyak wisatawan yang merasa betah berlama-lama, bahkan menjadikan Jogja sebagai rumah kedua karena suasana tenang dan sederhananya.
Saat berkunjung ke kota ini, Bakpia dan Gudeg memang menjadi ikon kuliner yang wajib dicicipi dan dibawa pulang sebagai buah tangan. Namun, tahukah Anda bahwa Jogja menyimpan segudang pilihan oleh-oleh lain yang tak kalah menarik dan lezat?
Advertisement
Liputan6 akan mengupas tuntas 10 rekomendasi oleh-oleh khas Jogja selain bakpia dan gudeg yang patut Anda pertimbangkan. Dari camilan tradisional hingga kerajinan tangan bernilai seni tinggi, semua siap memanjakan lidah dan mata Anda. Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut, Rabu (29/10/2025).
1. Yangko
Yangko merupakan kue tradisional khas Yogyakarta yang memukau dengan teksturnya yang kenyal dan rasa manisnya yang khas. Camilan ini terbuat dari tepung ketan, menjadikannya pilihan menarik sebagai oleh-oleh khas Jogja selain bakpia dan gudeg. Dahulu, Yangko adalah hidangan istimewa yang hanya dinikmati oleh kalangan kerajaan, menunjukkan nilai historisnya.
Setiap potongan kecil Yangko dibungkus rapi dalam kertas warna-warni yang menarik perhatian. Isian kacang tanah di dalamnya memberikan sentuhan rasa gurih yang melengkapi manisnya kue ini. Keunikan ini menjadikannya favorit banyak orang.
Seiring waktu, Yangko terus berinovasi dengan menghadirkan varian rasa modern seperti durian dan stroberi. Inovasi ini memperkaya pilihan bagi para pembeli yang mencari cita rasa baru. Daya tahan Yangko yang bisa mencapai satu bulan menjadikannya ideal untuk dibawa bepergian jauh.
2. Geplak
Geplak adalah jajanan tradisional khas Jogja yang terbuat dari parutan kelapa, dicampur dengan gula pasir atau gula jawa. Rasanya manis-gurih dan memiliki daya tarik visual dari warnanya yang cerah, seperti merah muda, kuning, atau hijau. Ini adalah salah satu oleh-oleh khas Jogja selain bakpia dan gudeg yang patut dicoba.
Kini, Geplak juga telah berkembang dengan berbagai pilihan rasa modern. Selain rasa manis orisinal, tersedia juga varian cokelat, durian, nangka, hingga vanila yang menggugah selera. Keberagaman rasa ini menambah daya tarik Geplak di mata wisatawan.
Jajanan ini sangat mudah ditemukan di berbagai lokasi strategis di Yogyakarta. Anda bisa mendapatkannya di Pasar Beringharjo atau toko oleh-oleh di sekitar Malioboro. Harganya pun terjangkau, mulai dari sekitar Rp10.000 per bungkus.
3. Kipo
Kipo merupakan camilan tradisional yang berasal dari Kotagede, Yogyakarta, dan menjadi salah satu oleh-oleh khas Jogja selain bakpia dan gudeg yang unik. Makanan ini terbuat dari adonan tepung ketan dan beras yang kemudian dipanggang di atas cobek gerabah. Proses pembuatannya yang tradisional ini menjaga cita rasa otentiknya.
Isian Kipo dikenal dengan sebutan enten-enten, yaitu parutan kelapa yang dimasak dengan gula merah cair. Kombinasi ini menciptakan rasa manis gurih yang lezat dan tekstur yang lembut di dalam. Kipo memiliki ukuran kecil dan seringkali berwarna hijau.
Kedai Bu Djito dikenal sebagai pelopor atau kedai pertama yang menjual Kipo, menjadikannya ikon kuliner di Kotagede. Mencicipi Kipo berarti merasakan sepotong sejarah kuliner Yogyakarta.
4. Cokelat Monggo
Cokelat Monggo adalah pilihan oleh-oleh khas Jogja selain bakpia dan gudeg yang menawarkan pengalaman rasa premium. Cokelat ini diproduksi langsung di Yogyakarta dengan mengedepankan cita rasa lokal yang unik. Kualitasnya pun diakui setara dengan standar internasional.
Keistimewaan Cokelat Monggo terletak pada berbagai varian rasa yang ditawarkannya. Pengunjung dapat menemukan rasa-rasa inovatif seperti red chili, jahe, dan kopi, yang jarang ditemukan pada cokelat biasa. Pilihan ini memberikan pengalaman kuliner yang berbeda.
Menggabungkan bahan-bahan berkualitas dengan sentuhan budaya lokal, Cokelat Monggo menjadi representasi modern dari kekayaan kuliner Jogja. Ini adalah hadiah yang sempurna bagi pecinta cokelat yang mencari sesuatu yang istimewa.
5. Keripik Belut
Bagi pencinta camilan gurih, Keripik Belut adalah oleh-oleh khas Jogja selain bakpia dan gudeg yang wajib dicoba. Camilan ini terbuat dari belut segar yang digoreng kering hingga renyah dengan bumbu rempah pilihan. Hidangan ini sangat khas dari daerah Godean.
Keripik Belut menawarkan rasa gurih yang kuat dan tekstur yang sangat renyah, menjadikannya teman santai yang sempurna. Industri rumahan di Sleman bahkan telah mengembangkan berbagai varian rasa. Kini tersedia rasa balado dan barbeque yang menambah pilihan.
Selain nikmat sebagai camilan, Keripik Belut juga cocok dijadikan pelengkap hidangan utama. Kelezatannya dapat menambah selera makan dan memberikan sensasi kriuk yang menggoda.
6. Wedang Uwuh
Wedang Uwuh adalah minuman tradisional khas Yogyakarta yang terbuat dari berbagai rempah-rempah pilihan. Minuman ini menawarkan sensasi kehangatan yang menyehatkan, menjadikannya pilihan unik sebagai oleh-oleh khas Jogja selain bakpia dan gudeg. Nama 'uwuh' secara harfiah berarti sampah, merujuk pada bahan-bahan rempah yang terlihat seperti kumpulan daun kering.
Bahan-bahan utama Wedang Uwuh meliputi daun cengkeh, daun pala, kayu manis, jahe, dan gula batu. Kombinasi rempah ini tidak hanya menciptakan aroma yang harum, tetapi juga dipercaya memiliki khasiat untuk menghangatkan tubuh. Minuman ini sangat cocok dinikmati saat cuaca dingin.
Untuk kepraktisan, Wedang Uwuh kini banyak tersedia dalam bentuk instan. Hal ini memudahkan wisatawan untuk membawa pulang dan menyeduhnya kapan saja. Ini adalah cara sempurna untuk membawa pulang sedikit kehangatan dan kesehatan dari Jogja.
7. Kerajinan Perak Kotagede
Bagi yang mencari oleh-oleh khas Jogja selain bakpia dan gudeg yang non-kuliner, Kerajinan Perak Kotagede adalah pilihan yang sempurna. Kotagede telah lama dikenal sebagai sentra kerajinan perak di Yogyakarta. Keahlian ini bahkan telah berkembang sejak masa kerajaan Majapahit, menunjukkan sejarah panjangnya.
Berbagai produk perak yang indah dapat ditemukan di sini, mulai dari perhiasan seperti cincin, gelang, dan kalung, hingga miniatur dan hiasan rumah. Setiap item dibuat dengan detail dan ketelitian tinggi, mencerminkan keahlian para pengrajin lokal.
Kerajinan perak ini tidak hanya menjadi buah tangan yang elegan, tetapi juga memiliki nilai seni yang tinggi. Membawa pulang perak Kotagede berarti membawa pulang sepotong warisan budaya dan keindahan artistik dari Jogja.
8. Batik Jogja
Batik merupakan salah satu identitas budaya yang sangat melekat pada Yogyakarta, menjadikannya oleh-oleh khas Jogja selain bakpia dan gudeg yang sarat makna. Batik Jogja memiliki ciri khas motif klasik dan elegan yang memancarkan keanggunan. Setiap motif seringkali menyimpan filosofi mendalam.
Produk batik tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari lembaran kain, pakaian siap pakai, hingga aksesoris seperti tas dan dompet. Ini memberikan banyak pilihan bagi wisatawan yang ingin membawa pulang keindahan batik. Membeli batik Jogja adalah cara yang sempurna untuk membawa pulang sepotong budaya Indonesia.
Anda dapat menemukan berbagai jenis batik di Pasar Beringharjo dan toko-toko batik di sepanjang Jalan Malioboro. Harganya bervariasi tergantung pada kualitas bahan dan kerumitan motifnya, sehingga ada pilihan untuk setiap anggaran.
9. Gerabah Kasongan
Desa Kasongan di Bantul, Yogyakarta, terkenal sebagai pusat kerajinan gerabah, menjadikannya pilihan menarik untuk oleh-oleh khas Jogja selain bakpia dan gudeg. Gerabah Kasongan adalah kerajinan tanah liat khas yang menunjukkan kreativitas dan keahlian lokal. Pusat kerajinan ini telah lama menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Pengunjung dapat menemukan berbagai macam gerabah dengan bentuk dan harga yang bervariasi. Produk yang ditawarkan mulai dari peralatan rumah tangga fungsional hingga benda-benda dekorasi yang artistik. Setiap item memiliki keunikan tersendiri.
Bahan dasar gerabah ini umumnya adalah tanah liat, namun beberapa pengrajin juga mengkombinasikannya dengan rotan. Kombinasi ini menciptakan tekstur dan tampilan yang lebih beragam. Gerabah Kasongan adalah pilihan oleh-oleh yang tahan lama dan memiliki nilai estetika tinggi.
10. Blangkon dan Surjan
Blangkon dan Surjan adalah aksesoris tradisional Jawa yang sering dibeli wisatawan sebagai oleh-oleh khas Jogja selain bakpia dan gudeg. Keduanya merupakan bagian tak terpisahkan dari busana adat pria Jawa. Blangkon adalah penutup kepala tradisional, sementara surjan adalah pakaian adatnya.
Blangkon Jogja dikenal dengan corak kain netralnya yang mudah dipadukan dengan berbagai jenis pakaian. Ini membuatnya cocok digunakan untuk menghadiri acara formal maupun adat. Pakaian ini tidak hanya berfungsi sebagai penutup kepala, tetapi juga simbol status dan budaya.
Beragam motif blangkon dan surjan dapat dengan mudah ditemukan di area Malioboro. Membeli salah satunya adalah cara untuk membawa pulang sepotong warisan budaya Jawa yang otentik. Pakaian adat ini juga bisa menjadi kenang-kenangan yang berkesan dari perjalanan Anda.
People Also Ask
1. Apa saja oleh-oleh khas Jogja selain bakpia dan gudeg yang berupa makanan?
Jawaban: Selain bakpia dan gudeg, Anda bisa mencoba Yangko, Geplak, Kipo, Cokelat Monggo, Keripik Belut, dan Wedang Uwuh.
2. Di mana saya bisa menemukan kerajinan tangan khas Jogja seperti perak dan gerabah?
Jawaban: Kerajinan perak dapat ditemukan di Kotagede, sementara gerabah khas ada di Desa Kasongan, Bantul.
3. Apa itu Wedang Uwuh dan apa manfaatnya?
Jawaban: Wedang Uwuh adalah minuman tradisional dari rempah-rempah yang berkhasiat menghangatkan tubuh dan menyehatkan.
4. Berapa lama Yangko bisa bertahan sebagai oleh-oleh?
Jawaban: Yangko dapat bertahan hingga satu bulan, menjadikannya cocok untuk dibawa sebagai buah tangan ke luar daerah.
5. Apa itu Blangkon dan Surjan?
Jawaban: Blangkon adalah penutup kepala tradisional pria Jawa, sedangkan surjan adalah pakaian adat pria Jawa yang sering dijadikan oleh-oleh.