Toni Kroos Bela Vinicius Junior Usai Kontroversi di El Clasico: Saya Juga Tak Pernah Suka Diganti

Toni Kroos memberikan pembelaan terhadap mantan rekan setimnya di Real Madrid, Vinicius Junior. Gelandang asal Jerman itu menilai reaksi emosional Vinicius saat diganti dalam laga El Clasico adalah hal yang wajar dalam situasi penuh tekanan.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 29 Oktober 2025, 10:27 WIB
Penyerang Real Madrid asal Brasil #07, Vinicius Junior, bereaksi terhadap pergantian pemain dalam pertandingan Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan FC Barcelona di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 26 Oktober 2025. (Oscar DEL POZO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Toni Kroos memberikan pembelaan terhadap mantan rekan setimnya di Real Madrid, Vinicius Junior. Gelandang asal Jerman itu menilai reaksi emosional Vinicius saat diganti dalam laga El Clasico adalah hal yang wajar dalam situasi penuh tekanan.

Sebagai sosok yang pernah berbagi ruang ganti dengan Vinicius selama bertahun-tahun, Kroos memahami karakter dan semangat kompetitif sang pemain. Ia tahu betul bagaimana emosi bisa meluap dalam laga besar yang sarat gengsi seperti El Clasico.

Melalui podcast pribadinya yang dikutip dari Marca, Kroos memberikan pandangan jujur dan seimbang mengenai insiden tersebut. Ia meminta publik untuk tidak terlalu cepat menilai tindakan pemain yang tengah terbakar semangat di lapangan.

Menurutnya, momen seperti itu adalah bagian dari dinamika pertandingan dan tak selalu mencerminkan sikap negatif seorang pemain. Kroos menegaskan bahwa emosi yang tinggi justru menunjukkan betapa besar keinginan Vinicius untuk membantu tim.


Tidak Suka Diganti di Momen Besar

Penyerang Real Madrid asal Brasil #07, Vinicius Junior, berjalan melewati pelatih Real Madrid asal Spanyol, Xabi Alonso, saat ia digantikan dalam pertandingan Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan FC Barcelona di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 26 Oktober 2025. (Oscar DEL POZO/AFP)

Kroos memahami kekecewaan Vinicius yang menunjukkan ekspresi frustrasi saat ditarik keluar oleh pelatih Xabi Alonso. Ia mengakui bahwa perasaan serupa pernah ia alami selama masih aktif bermain di Real Madrid.

Menurut Kroos, wajar bagi pemain yang tampil apik untuk merasa tidak puas ketika diganti, apalagi di laga sepenting El Clasico. Situasi penuh tekanan bisa memicu reaksi spontan yang sulit dikendalikan.

“Ketika kamu bermain luar biasa, terutama di pertandingan besar seperti ini, tentu kamu tidak senang diganti,” ujar Kroos dalam podcast-nya, dikutip dari Marca.

“Saya juga tidak pernah suka diganti. Tapi harus diakui, saya tidak pernah langsung menuju ruang ganti setelahnya,” sambung Kroos.


Tidak Adil Menilai dari Luar Lapangan

Pedri (Barcelona) menarik Vinicius Junior (Real Madrid) dalam laga La Liga d2025/2026 di Santiago Bernabeu, 26 Oktober 2025. (AP Photo/Bernat Armangue)

Kroos menilai bahwa publik seharusnya tidak mudah menilai perilaku pemain hanya berdasarkan apa yang terlihat di kamera. Menurutnya, hanya mereka yang berada di lapangan yang benar-benar memahami tekanan besar yang dialami dalam laga sebesar El Clasico.

Ia menjelaskan bahwa orang luar sulit membayangkan suasana emosional di tengah pertandingan dengan puluhan ribu penonton dan tensi tinggi. Karena itu, reaksi spontan seharusnya tidak dijadikan dasar untuk menghakimi seorang pemain.

Lanjut Baca:

“Kita bisa saja menilai dari luar, tapi saya selalu mengingat bahwa tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana rasanya berada di depan 80 ribu penonton dengan skor 2-1 dan kamu jelas tidak ingin meninggalkan lapangan,” kata Kroos. “Tidak ada yang bisa benar-benar memahami emosi itu. Kebanyakan dari mereka yang menghakimi tidak bisa menempatkan diri di posisinya,” lanjut mantan pemain Real Madrid itu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya