5 Makanan Minuman Wajib Dihindari untuk Cegah Kanker Usus Besar

Menurut ahli gizi utama ada beberapa makanan dan minuman harus dihindari bila mau tak kena kanker usu besar.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 29 Oktober 2025, 16:00 WIB
5 Makanan termasuk Minuman yang Wajib Dihindari untuk Cegah Kanker Usus Besar. Foto dibuat oleh AI.

Liputan6.com, Jakarta - Ada setidaknya empat makanan dan satu minuman yang harus dihindari untuk mencegah kanker usus besar atau kolorektal.

Menurut ahli gizi utama di Mount Elizabeth Hospital, Singapura, Alefia Vasanwala, makanan dan minuman itu adalah:

Makanan dengan Beban Glikemik Tinggi

Makanan dengan beban glikemik tinggi (misalnya nasi putih, mie, kue, gula) dikaitkan dengan hasil yang buruk pada pasien yang kelebihan berat badan atau diabetes.

Diet dengan beban glikemik tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal, kemungkinan melalui efek pada insulin dan faktor pertumbuhan. Hal ini karena makanan tersebut memicu kecenderungan yang lebih besar terhadap resistensi insulin. Insulin dan hormon terkaitnya diyakini dapat meningkatkan risiko kanker.

Beban glikemik adalah ukuran yang memperhitungkan jumlah karbohidrat dalam porsi makanan bersama dengan seberapa cepatnya meningkatkan kadar gula darah. Beban glikemik tinggi merujuk pada makanan dengan nilai 20 ke atas.

Daging Merah

Daging merah seperti sapi dan babi dikaitkan dengan peningkatan risiko yang moderat namun signifikan. Ada beberapa alasan potensial untuk menjelaskan bagaimana daging merah dapat menyebabkan kanker kolon.

Daging merah mengandung senyawa bernama haem, yang memberikan warna merah pada daging. Senyawa ini mempromosikan pembentukan senyawa N-nitroso yang berpotensi menyebabkan kanker.

“Selain itu, saat daging merah dimasak pada suhu tinggi, senyawa karsinogenik diproduksi yang dapat menyebabkan kanker kolon pada orang yang memiliki kecenderungan genetik,” kata Alefia mengutip laman Mount Elizabeth Hospital, Rabu (29/10/2025).

“Batasi konsumsi daging merah dan gantilah dengan ikan, daging putih rendah lemak, atau protein nabati seperti tahu,” sarannya.

 

Daging Olahan

Ilustrasi kanker usus besar. (Foto/Dok: freepik.com)

Daging olahan sering mengandung bahan kimia dan pengawet yang menurut penelitian mungkin bersifat karsinogenik.

Karsinogen adalah agen yang memiliki kemampuan menyebabkan kanker. Mereka bekerja dengan berinteraksi dengan DNA sel dan menyebabkan perubahan pada DNA tersebut (mutasi).

Daging olahan merujuk pada daging yang diawetkan dengan cara pengasapan, pengasinan, atau penambahan pengawet. Ini termasuk ham, sosis, bacon, daging olahan seperti salami, daging kalengan seperti corned beef, dan daging iris untuk makan siang, termasuk yang terbuat dari ayam dan kalkun.

Daging olahan mengandung senyawa bernama nitrit dan nitrat yang ditambahkan sebagai pengawet, yang diyakini dapat menyebabkan kanker. Proses pengolahan juga mengubah sifat daging, yang mungkin berperan dalam hubungannya dengan kanker. Sebagian besar diet sebaiknya terdiri dari makanan segar.

 

Makanan Ultra-proses

Makanan ultra-olahan (UPFs) atau makanan ultra-proses merujuk pada makanan yang telah mengalami modifikasi signifikan dari bentuk aslinya dan sering mengandung gula tambahan, garam, lemak, atau minyak yang diolah dari bahan lain.

UPFs meliputi mie instan, nugget, sosis, dan minuman bersoda manis. Sebuah studi tahun 2023 menemukan bahwa pria yang mengonsumsi lebih banyak makanan ultra-olahan memiliki risiko 29 persen lebih tinggi untuk mengembangkan kanker kolorektal dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi dalam jumlah sedikit.

Meskipun penelitian masih berkembang, bukti menunjukkan bahwa membatasi konsumsi UPFs dan memilih makanan segar yang minim pengolahan adalah pilihan yang lebih baik.

 

Alkohol

Mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal dan kondisi lain. Studi menunjukkan bahwa konsumsi alkohol sedang hingga berat dapat meningkatkan risiko sebesar 20-50 persen. Hal ini karena alkohol dapat merusak DNA, menyebabkan stres oksidatif, dan memengaruhi cara tubuh menyerap nutrisi.

“Sebaiknya batasi konsumsi alkohol atau hindari sama sekali jika Anda ingin mengurangi risiko kanker, karena bahkan konsumsi alkohol dalam jumlah sedikit pun tetap memiliki risiko,” kata Alefia.

Kanker kolorektal atau kanker usus besar adalah kanker yang terjadi pada kolon (usus besar) dan rektum (bagian saluran pencernaan yang menghubungkan kolon dengan anus).

“Apa yang Anda makan dan minum berperan dalam risiko kanker kolorektal dan kesehatan usus secara keseluruhan,” kata ahli gizi senior di Mount Elizabeth Hospital, Singapura, Grace Yanti.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya