Liputan6.com, Jakarta - Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah, Hariqo Wibawa Satria, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto berkomitmen meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) generasi muda melalui berbagai program nyata yang telah berjalan di tahun pertama pemerintahan.
Komitmen tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97.
Advertisement
Hariqo menegaskan pemerintah terus memperkuat pembangunan manusia melalui program Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), Magang Nasional, serta Ketahanan Pangan melalui pemberdayaan Petani Milenial.
“Ketika Pak Prabowo menjadi Presiden, pemerintah langsung menjalankan program cek kesehatan gratis untuk seluruh rakyat Indonesia. Sudah 45 juta penerima manfaat dan akan terus bertambah setiap hari,” ujar Hariqo.
Terkait program Makan Bergizi Gratis, pemerintah mencatat manfaat besar bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
“Penerima manfaat MBG sudah 37 juta orang. Program ini juga melahirkan 12 ribu dapur SPPG dan menggerakkan ribuan UMKM. Ini pertama kali dalam sejarah Indonesia,” jelasnya.
Hariqo juga menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan perbaikan belasan ribu sekolah dengan anggaran sekitar Rp22 triliun, serta menciptakan 400 ribu lapangan kerja baru di sektor pendidikan.
Selain itu, teknologi pembelajaran turut ditingkatkan melalui pengadaan interaktif flat panel yang ditargetkan menyentuh lebih dari 200 ribu sekolah, dan saat ini telah didistribusikan ke sekitar 70 ribu sekolah di Indonesia.
“Sekarang ekstrakurikuler gratis, bahkan satu siswa satu laptop. Pemerintah ingin memuliakan anak-anak di desil 1 dan desil 2,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa revitalisasi rumah sakit juga terus dilakukan untuk mempermudah akses kesehatan ibu dan anak. Pemerintah juga menyiapkan insentif bagi tenaga kesehatan di wilayah perbatasan.
Keberpihakan pada Pendidikan
Hariqo menyebut semangat Sumpah Pemuda tahun ini terasa semakin kuat karena kondisi masyarakat lebih rukun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Dalam satu tahun terakhir sudah tidak ada polarisasi seperti dulu. Semangat kita adalah satu bangsa Indonesia,” tegasnya.
Pemerintah juga memastikan keberpihakan kepada pendidik dan tenaga kependidikan melalui KIP Kuliah bagi lebih dari satu juta mahasiswa dan pemberian tunjangan profesi guru, termasuk bagi tenaga non-ASN.
Hariqo mengingatkan para pemuda agar menjauhi korupsi dan perilaku yang merugikan masyarakat.
“Semangat utama Sumpah Pemuda adalah saling mengingatkan dan bersama menolak korupsi demi Indonesia yang bersih dan bermartabat,” ujarnya.
Pemuda Papua Apresiasi Dampak Program Pemerintah
Dalam kesempatan yang sama, Tokoh Pemuda Papua, Billy Mambrasar, menyampaikan bahwa keterlibatan pemuda dalam program MBG sangat signifikan, termasuk dalam pengelolaan dapur penyedia makanan dan sinergi dengan petani milenial sebagai pemasok bahan pangan.
“Dampaknya tidak bisa diukur jangka pendek. Pembangunan manusia butuh 10–20 tahun untuk dipanen Indonesia,” terang Billy.
Ia menekankan semangat Sumpah Pemuda ke-97 adalah kesempatan yang sama bagi seluruh anak bangsa.
“Angka satu dalam Sumpah Pemuda bermakna semua memiliki kesempatan yang sama,” katanya.
Billy mengajak pemuda tidak hanya menunggu peluang, namun berani mengambil risiko dan memanfaatkan kesempatan yang diberikan pemerintah.
“Spirit Sumpah Pemuda harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk cinta tanah air dan partisipasi aktif dalam pembangunan bangsa,” tutupnya.