Tindaklanjuti Perintah Prabowo, Pemerintah Siap Renovasi 400.000 Rumah Tak Layak Huni Tahun 2026

Maruara mengatakan, saat ini ada 26,9 juta rumah warga yang tidak layak huni.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 28 Oktober 2025, 18:57 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam acara Sosialisasi Kredit Program Perumahan bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Jakarta, Minggu (7/9/2025). (Liputan6.com/Tira)

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah siap merenovasi 400.000 rumah warga yang masuk dalam kategori tidak layak huni. Hal ini sesuai keinginan Presiden Prabowo Subianto yang meningkatkan jumlah renovasi rumah tak layak huni dari sebelumnya 45.000 menjadi 400.000 pada tahun 2026.

"Tahun depan, Bapak Presiden meningkatkan besar sekali, jadi dari 45.000 tahun ini, tahun depan menjadi 400.000 (rumah tak layak huni)," kata Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Menurut dia, ada 26,9 juta rumah warga yang tidak layak huni. Untuk itu, pemerintah membuat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk membantu masyarakat agar memiliki rumah yang layak huni.

"Dan itu (400.000 rumah yang akan direnovasi) sudah mendapatkan dukungan dari DPR. Jadi ini program yang sangat pro rakyat sekali," ujarnya.

Target Renovasi 3 Juta Rumah hingga Akhir 2029

Menurut dia, masyarakat ikut gotong royong membantu program renovasi rumah. Pemerintah sendiri menargetkan pembangunan dan renovasi 3 juta unit rumah hingga akhir tahun 2029.

"Di situ luar biasa sebenarnya, yang terjadi adalah gotong royong yang luar biasa, jadi mereka juga bergotong royong. Jadi bukannya dari negara, tapi juga bergotong royong," tutur dia.

"Bahkan rumah yang tadi malam saya lihat itu, kayaknya renovasi total. Artinya bisa dibilang hampir seperti membangun baru. Jadi rakyat sangat mengemari program ini, karena kerasa banget," klaim Maruarar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya