Sekjen PDIP Hasto: Sumpah Pemuda Harus Terus Digalakkan untuk Kemajuan Bangsa Indonesia

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan atau Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan Sumpah Pemuda bukan sekadar untuk dikenang sebagai sejarah, tapi fondasi bangsa yang harus terus dijaga.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 28 Oktober 2025, 13:05 WIB
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan atau Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan atau Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan Sumpah Pemuda bukan sekadar untuk dikenang sebagai sejarah, tapi fondasi bangsa yang harus terus dijaga.

Hal itu disampaikan Hasto saat menghadiri peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (28/10/2025).

Hasto mengingatkan 79 tahun silam, para pemuda Indonesia sudah mengukuhkan suatu modal kebangsaan yang luar biasa yaitu satu nusa, satu bangsa, satu bahasa. Dari sanalah, kata dia, lahir tekad besar yang mengantar Indonesia menuju kemerdekaan.

"Berbicara orang muda, adalah berbicara tentang ide dan imajinasi tanpa batas," ujar Hasto saat sambutan, Selasa (28/10/2025).

Dia menegaskan, Sumpah Pemuda tidak hanya sekadar slogan sejarah, tapi juga kesadaran geopolitik para pemuda masa lalu yang berpikir jauh ke depan.

Dari semangat itu pula, lanjut Hasto, kemudian lahir Konferensi Asia-Afrika dan Gerakan Non-Blok Conference of the New Emerging Forces (CONEFO). Semua digerakkan oleh ide dan imajinasi anak-anak muda.

"Maka mari kita bersama-sama untuk berpikir kritis saat ini. Tantangan apa yang harus kita jawab sebagai anak-anak muda. Kepeloporan apa yang harus kita lakukan bersama," ucap dia.

Hasto juga menyinggung kunjungannya ke Cirebon bersama Tri Rismaharini dan Esti Wijayati beberapa hari sebelumnya.

 

Potensi Kelautan Indonesia

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan atau Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Hasto menyebut, potensi kelautan Indonesia bisa menghasilkan nilai ekonomi hingga 1,3 triliun dolar AS per tahun, bila dikelola dengan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi anak muda.

"Di situ kami bertekad yang pertama, bagaimana kita mewujudkan Indonesia sebagai bangsa samudera yang kuat dan berdaulat. Yang kedua, bagaimana kita bisa menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, riset dan inovasi. Yang ketiga, bagaimana membangun rasa percaya diri sebagai bangsa muda," terang dia.

Hasto mengajak generasi muda tidak terjebak pesimisme. Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda harus dijalankan dalam tindakan nyata.

"Ketika seluruh pemuda Indonesia bersatu menjawab tantangan zaman. Itulah yang harus kita temukan di dalam peringatan sumpah pemuda kali ini. Karena itulah saudara-saudara sekalian hari ini kami mendengar anak-anak muda. Anak-anak muda bebas bersuara, bebas menyampaikan pendapat, ide dan imajinasinya tentang masa depan kita bersama," ucap dia.

"Kami akan dengarkan dan untuk itulah kita penuhi tanggung jawab kita bersama. Pemuda dengan semangatnya selalu mengambil terobosan zaman bagi tanggung jawab kita untuk Indonesia dan dunia," dia menandaskan.

 

Hari Sumpah Pemuda, Seskab Teddy: Jaga Persatuan dan Semangat untuk Bangun Bangsa

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. (Foto: Tangkapan layar Youtube Sekretariat Kabinet).

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengucapkan selamat Hari Sumpah Pemuda yang jatuh setiap tanggal 28 Oktober.

Dia mengajak seluruh elemen masyarakat terus menjaga persatuan untuk membangun bangsa Indonesia.

"Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2025. Dengan semangat Sumpah Pemuda, mari kita terus jaga persatuan dan semangat untuk membangun bangsa," kata Teddy melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Selasa (28/10/2025).

Dia mengutip ikrar Sumpah Pemuda yang pertama kali dibacakan pada 28 Oktober 1928. Ikrar tersebut menegaskan tanah air Indonesia, bangsa Indonesia, dan bahasa Indonesia.

"Bertumpah darah satu, berbangsa satu, berbahasa satu," ucap Teddy.

INFOGRAFIS JOURNAL_Anak Muda Jadi Peminjam Utang Paling Banyak? (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya