Pengusaha Ritel Diet Berikan Kantong Belanja Plastik

Pengusaha ritel nasional tengah menggelar gerakan diet pemakaian kantong plastik selama 30 hari.

oleh NurmayantiDiterbitkan 22 Juni 2013, 15:55 WIB
Bila berbelanja di pusat perbelanjaan modern dan tak mendapatkan kantong plastik, tak perlu kaget. Pengusaha ritel nasional tengah menggelar gerakan diet pemakaian kantong plastik selama 30 hari.

Ini juga menindaklanjuti seruan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Joko Widodo, melalui surat nomor 6 Tahun 2013 tanggal 3 Juni 2013 tentang Gerakan Diet Kantong Plastik.

Himbauan ini dilakukan bertepatan dengan pelaksanaan Festival Jakarta Great Sale 2013 mulai 1 Juni sampai 30 Juni 2013.

"Sebagai wujud pelayanan kepada konsumen, peritel anggota juga dihimbau menyediakan alternatif tas belanja pengganti kantong plastik yang dapat dipakai kembali," ujar Satria Hamid, Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Sabtu (22/6/2013).

Dia menuturkan asosiasi menyosialisasikan himbauan tersebut kepada anggota untuk merespons dan melakukan serangkaian advokasi. Implementasinya diserahkan kepada kebijakan anggota.

Pada prinsipnya, lanjut dia, pengusaha ritel hanya membantu mengedukasi konsumen dengan tidak memberikan kantong platik untuk membawa barang belanjaan, dan menyediakan alternatif pengganti berupa tas yang dapat dipakai kembali.

"Aprindo juga mengimbau konsumen membawa tas belanja sendiri sehingga dapat meminimalkan penggunaan kantong plastik," lanjut dia.

Selain melakukan diet kantong plastik, pengusaha ritel juga memberikan potongan harga 50% untuk pembelian reusable bag. Selama ini pengusaha sudah menjalankan program ramah lingkungan dengan tiga cara, yaitu reduce, reuse dan recycle, misalnya dengan menjadikan sampah plastik sebagai 'monster`.

Saat ini anggota Aprindo mencapai 560 perusaahaan, dengan total outlet sekitar  18 ribu unit. Total omzet peritel pada 2012 mencapai Rp 135 triliun. (Nur)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya