Klarifikasi Pemilik Lapangan Padel di Meruya soal Insiden Atap Ambruk, Bantah Ada Kelalaian

Pemilik Anwa Racquet Club memberikan klarifikasi terkait ambruknya atap lapangan padel di Meruya, Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (26/10/2025).

oleh Tim NewsDiterbitkan 27 Oktober 2025, 00:18 WIB
Kondisi lapangan padel Anwa Racquet Club yang ambruk di Meruya, Jakbar. (Dok. Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Pemilik Anwa Racquet Club memberikan klarifikasi terkait insiden ambruknya atap lapangan padel di Meruya, Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (26/10/2025). Ia menegaskan bahwa insiden tersebut bukan akibat kelalaian pihak pengelola.

Wawa Lukman, pemilik Anwa Racquet Club, menyebut peristiwa itu terjadi karena hujan deras disertai angin kencang. "Ini murni musibah, bukan maunya kami. Hujan terlalu besar, sehingga terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujar Wawa, dikutip dari Antara, Minggu.

Ia mengatakan, tidak ada korban jiwa atau pun luka dalam insiden tersebut. Selain itu, pihaknya juga telah mengevakuasi peserta pertandingan serta para penonton dari lokasi.

“Begitu kejadian, langsung kami tutup. Tidak boleh ada yang masuk. Setelah kondisi agak tenang, baru barang-barang di dalam kami suruh cepat keluar, takut terjadi sesuatu,” katanya.

Ia bersyukur karena seluruh peserta, termasuk para atlet dan penonton berhasil keluar dengan selamat. “Kami bersyukur tidak ada korban cedera maupun korban jiwa. Itu yang paling penting,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wawa mengatakan bahwa lapangan padel miliknya telah mengantongi izin resmi operasional sejak dibuka empat bulan lalu. “Tempat ini berizin. Kalau tidak, tidak mungkin bisa berdiri sebesar ini dan digunakan untuk turnamen nasional,” kata dia.

 

Perbaiki Struktur Lapangan

Sebuah atap bangunan Anwa Racquet Club roboh. (Foto: BPBD DKI Jakarta)

Pihaknya akan segera mengevaluasi insiden itu dan memperbaiki struktur lapangan agar kejadian serupa tidak terulang. Oleh karena itu, lapangan itu akan ditutup sampai waktu yang belum ditentukan.

“Kami akan memperbaiki lebih kuat lagi. Sekarang masih proses investigasi polisi, jadi belum bisa kami sentuh dulu. Tapi yang pasti, kami bertanggung jawab dan akan bangun lagi,” ucapnya.

Terkait kerugian yang diakibatkan, Wawa enggan membeberkan nilai pastinya. Namun ia mengakui biaya pembangunan fasilitas tersebut cukup besar.

 

Apresiasi Panitia

“Nilainya besar, karena membangunnya juga mahal sekali. Tapi kami bersyukur tidak ada korban. Kalau uang bisa dicari, tapi nyawa susah,” ujarnya.

Ia juga berterima kasih kepada panitia The Prime Open Tournament yang tetap bersikap tenang dan kooperatif pasca-insiden.

“Kami apresiasi panitia Prime, mereka luar biasa. Walaupun sedih, mereka tetap berbesar hati dan tidak memperkeruh suasana. Itu sangat kami hargai,” imbuh Wawa.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya