Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh atau akrab disapa Nduk Nik, melalui komunitas Nduk Nik Militans (N2M), kembali menggelar khitanan massal gratis bagi masyarakat Bondowoso, Kamis (23/10/2025). Menurut dia, hal ini adalah aksi nyata dalam momentum hari santri.
“Khitanan ini bukan sekadar kegiatan sosial, tapi juga bagian dari pengabdian kami kepada umat. Momen Hari Santri kami maknai dengan pengabdian nyata, yaitu menghadirkan layanan kesehatan dasar yang layak dan aman untuk anak-anak dari keluarga yang membutuhkan,” ujar Nduk Nik dalam keterangan persnya.
Advertisement
Nduk Nik mengatakan, khitanan massal merupakan agenda rutin tahunan yang digelar sebagai bentuk kepedulian nyata kepada masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu.
"Tahun ini, 30 anak berusia 3–14 tahun ikut serta dalam kegiatan sosial yang digelar di kediaman anggota DPRD Bondowoso, Gina Belanza Mulia, di Desa Gebang, Kecamatan Tenggarang," ujar dia.
Ringankan Beban Ekonomi Masyarakat
Legislator asal Dapil Jatim III itu menjelaskan, program khitan massal meringankan beban ekonomi masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran tentang kesehatan reproduksi dan kebersihan diri sejak dini.
Dia juga mengapresiasi kepada seluruh anggota N2M, yang mayoritas berasal dari kalangan santri sekaligus tenaga kesehatan, atas dedikasi dan konsistensi mereka dalam mengabdi kepada masyarakat.
“Saya bangga kepada teman-teman N2M. Mereka ini ada yang alumni pesantren dan aktif di dunia kesehatan, baik itu perawat, bidan, tenaga medis, dan terus menghidupkan semangat khidmah di tengah masyarakat. Tidak hanya saat khitan massal, tapi juga setiap kali ada kebutuhan layanan kesehatan mendesak, termasuk dalam situasi bencana,” salut dia.
Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa itu menambahkan, semangat gotong royong dan pengabdian sosial seperti yang dilakukan N2M mencerminkan jiwa santri yang peduli, tangguh, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
“Inilah bentuk nyata kehadiran negara melalui wakil rakyat dan komunitas relawan santri yang bekerja langsung di akar rumput,” dia menandasi.