Tiongkok Kejar Kemandirian Sains dan Teknologi Lewat Rencana Pembangunan Lima Tahun

Kebijakan ini muncul di tengah perang dagang yang diluncurkan Trump.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 25 Oktober 2025, 07:04 WIB
Presiden China Xi Jinping meninjau pasukan dengan menumpang limusin Hongqi saat parade peringatan 80 tahun Kemenangan Perang Rakyat China melawan Agresi Jepang di Beijing, Rabu (3/9/2025). (Dok. Xinhua/Wang Ye)

Liputan6.com, Beijing - Partai Komunis Tiongkok mengatakan pada hari Kamis (23/10/2025) bahwa mereka akan memusatkan perhatian pada percepatan kemandirian dalam bidang sains dan teknologi — sebuah dorongan jangka panjang yang kini semakin ditekankan karena Amerika Serikat memberlakukan pembatasan yang semakin ketat terhadap akses ke semikonduktor dan produk teknologi tinggi lainnya.

Pengumuman itu disiarkan oleh media pemerintah melalui pernyataan resmi yang dikeluarkan seusai pertemuan empat hari, di mana partai menyetujui rancangan rencana pembangunan lima tahun berikutnya.

"Tiongkok menghadapi perubahan yang mendalam dan kompleks serta meningkatnya ketidakpastian," demikian isi pernyataan itu seperti dilansir Associated Press.

Pernyataan resmi tidak secara langsung menyebutkan perang dagang yang digaungkan Donald Trump. Presiden Tiongkok Xi Jinping diperkirakan akan bertemu Trump untuk mengadakan pembicaraan di Korea Selatan minggu depan.

Sejak kembali ke Gedung Putih, Trump telah meningkatkan tarif terhadap barang-barang impor sebagai upaya memaksa para produsen memindahkan pabrik ke Amerika Serikat. Langkah itu menambah tekanan terhadap perekonomian Tiongkok pada saat para pemimpinnya tengah berjuang mengatasi kemerosotan berkepanjangan di pasar properti dan mendorong permintaan domestik yang lebih kuat.

Namun, Tiongkok berhasil menjaga pertumbuhan ekspor dengan beralih ke pasar lain. Pernyataan resmi menunjukkan bahwa pemerintah yakin dapat mengatasi ancaman eksternal dengan kebijakan domestik, kata Gary Ng, ekonom senior di Natixis, bank investasi asal Prancis.

"Itu berarti Tiongkok kemungkinan akan menuntut lebih banyak dari Amerika Serikat agar dapat mencapai kesepakatan, jika kesepakatan itu benar-benar terwujud," ujarnya. 

Pernyataan resmi itu tidak banyak menghadirkan kejutan, sebagian besar hanya menegaskan arah kebijakan yang telah ditetapkan oleh Xi, yang ingin membangun Tiongkok menjadi pemimpin dalam bidang teknologi dan kekuatan global dengan militer tangguh yang mampu mendapatkan rasa hormat serta pengaruh internasional.

Pernyataan resmi tersebut hanya memberikan gambaran umum mengenai rencana lima tahun mendatang untuk periode 2026–2030, menunjukkan cakupannya tanpa memberikan rincian. Informasi lebih lanjut mungkin akan dirilis dalam beberapa hari mendatang, namun rencana lengkapnya baru akan diketahui pada bulan Maret, ketika badan legislatif memberikan persetujuan formal pada pertemuan tahunan mereka.

"Kesan umum dari pernyataan ini adalah bahwa ia menekankan lebih banyak kesinambungan daripada perubahan," kata Xin Sun, dosen senior bidang Bisnis Tiongkok dan Asia Timur di King’s College London.

 

 

 

Bersih-bersih dari Korupsi

Presiden China Xi Jinping. (Dok. AFP)

Ng mengatakan bahwa dibandingkan dengan rencana lima tahun sebelumnya, pemerintah Tiongkok kini memperdalam dorongan menuju kemandirian teknologi, redistribusi pendapatan, dan transisi menuju energi bersih.

Kebijakan industri negara tersebut telah mendorong perkembangan pesat sektor mobil listrik serta industri tenaga angin dan surya dalam beberapa tahun terakhir dan kini beralih ke bidang robotika serta kecerdasan buatan.

"Partai akan mempercepat transformasi hijau secara menyeluruh terhadap pembangunan ekonomi dan sosial," bunyi pernyataan itu.

Disebutkan pula bahwa Tiongkok akan terus meningkatkan permintaan dan pengeluaran domestik — sebuah tujuan yang menurut para ekonom penting bagi pertumbuhan ekonomi negara tersebut — meskipun tidak ada tanda-tanda perubahan besar terhadap pendekatan itu.

Tiongkok telah meluncurkan berbagai kebijakan untuk membantu meningkatkan konsumsi, seperti subsidi untuk pinjaman konsumen dan perawatan anak, serta program tukar tambah untuk kendaraan listrik dan peralatan rumah tangga. Para ekonom menantikan langkah-langkah tambahan untuk mendukung konsumsi pada akhir tahun ini.

Beijing minggu ini mengatakan bahwa pihaknya masih berada pada landasan yang kuat untuk mencapai target pertumbuhan resmi sepanjang tahun sekitar 5 persen, setelah ekonomi Tiongkok tumbuh sebesar 4,8 persen pada kuartal Juli hingga September.

Pertemuan Komite Sentral partai ini juga menonjol karena jumlah delegasi yang hadir rendah — tanda dari pembersihan besar-besaran yang dilakukan Xi di kalangan elite Partai Komunis. Dari 205 anggota, hanya 168 yang hadir, demikian isi pernyataan itu, bersama dengan 147 dari 171 anggota pengganti. Sebelas anggota pengganti dinaikkan menjadi anggota penuh untuk mengisi kekosongan di komite.

Dalam kesempatan yang sama, para peserta pertemuan juga memilih pengganti bagi jenderal berpangkat tertinggi kedua di Tiongkok, yang dipecat dari partai bersama delapan pejabat militer senior lainnya karena diduga terlibat korupsi, sebagaimana diumumkan oleh Kementerian Pertahanan Tiongkok beberapa hari sebelum pertemuan pekan ini. 

Zhang Shengmin ditunjuk sebagai wakil ketua Komisi Militer Pusat, lembaga militer tertinggi di negara itu. Ia sebelumnya sudah menjadi anggota komisi tersebut dan memegang pangkat jenderal di Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat. Zhang juga menjabat sebagai sekretaris Komisi Disiplin dan Inspeksi komisi itu, yang bertugas menyelidiki kasus korupsi.

"Kenaikan pangkat Zhang menunjukkan penekanan pada kesetiaan politik dan pemberantasan korupsi, seiring Xi melanjutkan upayanya memodernisasi militer Tiongkok," beber Sun.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya