Harry Maguire Disebut Dapat Perlakukan Tak Adil dan Perundungan di Manchester United

Manchester United harus mempertimbangkan apakah mereka lebih suka kehilangan Harry Maguire atau mengurangi kerugian mereka dan mendapatkan kembali sebagian kecil dari pembelian

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 25 Oktober 2025, 13:30 WIB
Harry Maguire dari Manchester United menyapa para suporter seusai pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Manchester United di Anfield, Minggu, 19 Oktober 2025. (AP Photo/Ian Hodgson)   

Liputan6.com, Jakarta - Harry Maguire telah memasuki tahun terakhir kontraknya di Old Trafford. Dan, kemungkinan dia bisa saja meninggalkan Manchester United pada musim panas nanti.

Mulai Januari, klub asing akan memenuhi syarat untuk membuka pembicaraan pra-kontrak dengan Maguire dengan status bebas transfer di musim panas – kecuali ia menandatangani kontrak baru sebelumnya. Jika pemain internasional Inggris itu tidak menandatangani perpanjangan kontrak, MU akan dipaksa untuk membuat keputusan yang sulit.

The Reds harus mempertimbangkan apakah mereka lebih suka kehilangan Maguire di akhir musim atau mengurangi kerugian mereka dan mendapatkan kembali sebagian kecil dari 80 juta pounds yang mereka bayarkan untuk tanda tangannya di bursa transfer Januari mendatang.

Menurut The Daily Mail, MU sedang bernegosiasi dengan sang pemain mengenai kontrak baru, tetapi mereka belum mengajukan penawaran. Laporan tersebut mengklaim bahwa kemungkinan Maguire menerima pemotongan gaji akan bergantung pada ketentuan kesepakatan, termasuk durasi kontrak.

Meskipun telah menyelamatkan The Reds beberapa kali di masa lalu, dua mantan bintang Liga Inggris Wayne Rooney dan Peter Crouch yakin pemain Inggris itu telah diperlakukan tidak adil.


Maguire Sangat Teguh Pendiriannya

Harry Maguire dari Manchester United menyapa para pendukung setelah pertandingan Premier League Inggris antara Liverpool dan Manchester United di Liverpool, Inggris, Minggu, 19 Oktober 2025. (Foto AP/Ian Hodgson)

"Saya pikir Harry akan sangat kesulitan menghadapi apa yang telah dia alami. Anda tahu, dia sudah menjadi meme selama bertahun-tahun," kata Rooney.

"Jadi, baginya untuk menghadapi begitu banyak hal, dia sangat teguh pendiriannya untuk bisa melalui itu. Lalu, ban kaptennya dicabut, dan orang-orang menertawakannya."

Menurut Rooney, Maguire pernah masuk tim terbaik Piala Dunia dan tampil luar biasa untuk Inggris, juga sangat bagus untuk MU, karena itu sama sekali tidak adil dan itu adalah perundungan.


Kemampuan Maguire Keluar dari Situasi

Gelandang Manchester United asal Portugal #08, Bruno Fernandes, berbicara dengan bek Manchester United asal Inggris #05, Harry Maguire (kanan), dalam pertandingan Premier League antara Manchester United dan Chelsea di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 20 September 2025. (Oli SCARFF/AFP)

"Dia dirundung dimana-mana dan baginya untuk menghadapi itu dan melewatinya dan bertahan, Anda harus berkata, 'Tahukah Anda, dia manusia yang kuat'.

"Dan baginya untuk melewati itu dan keluarganya untuk melewati itu dan keluar dari situasi itu dan menunjukkan kemampuan, kualitas, dan kekuatannya, saya sangat bahagia untuknya."

Sentimen yang dibagikan legenda United tersebut mendapat tanggapan dari Crouch. "Sepanjang karier saya, ada saat-saat di mana saya merasa terpuruk dan banyak dikritik, banyak dikritik, jadi saya tahu rasanya. Baginya, menerima kritik sebanyak itu, rasanya sudah di luar batas kewajaran, menurut saya," ujarnya.


Kritikan Buat Maguire Melampaui Batas

Pemain Manchester United, Harry Maguire melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang FC Copenhagen pada laga Grup A Liga Champions 2023/2024 di Old Trafford, Manchester, Inggris, Rabu (25/10/2023) dini hari WIB. Maguire keluar sebagai salah satu penentu kemenangan tim selain Andre Onana yang berhasil menepis tendangan penalti di penghujung laga. Ia sukses mencetak satu-satunya gol pada menit ke-72. (AP Photo/Dave Thompson)

"Menyerang keluarganya, kepribadiannya, penampilannya, semuanya salah tentang bagaimana dia difitnah di klub itu," kata mantan striker Liverpool dan Tottenham Hotspur itu.

Crouch menambahkan: "Saya pikir itu menunjukkan betapa besarnya rasa tidak puasnya untuk terus-menerus bermain [dan tampil]. Bahkan pertandingan melawan Liverpool, rasanya seperti, 'Ah, kenapa dia bermain?!' Selalu ada rasa tidak suka padanya saat menjadi starter.

"Dengar, ada saat-saat di mana dia tidak cukup bagus dan itu sudah dikritik, tapi saya pikir kritiknya lebih dari sekadar sepak bola. Ketika dia mencetak gol... sungguh, saya tidak ingin melihat pemain Manchester United mencetak gol."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya