Liputan6.com, Jakarta Di tengah ritme kehidupan masyarakat urban yang serba cepat, kebutuhan layanan kesehatan yang mudah dijangkau semakin penting. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menghadirkan Bunda Clinic di Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Langkah ini merupakan bentuk komitmen Pemprov DKI dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat perkotaan yang mobilitasnya tinggi.
Kehadiran klinik tersebut disambut antusias oleh masyarakat, khususnya para pengguna transportasi umum yang beraktivitas di kawasan transit terpadat di Jakarta itu.
Advertisement
Alti (29), karyawan swasta yang setiap hari menggunakan MRT dan KRL, menilai keberadaan Bunda Clinic sangat bermanfaat.
“Menurut saya sangat berguna banget kehadiran klinik di stasiun Dukuh Atas ini, bisa dimanfaatkan pengguna MRT dan KRL. Jadi, masyarakat bisa lebih mudah mengakses kesehatan saat keadaan darurat,” ungkap Alti saat ditemui tim Liputan6.com.
Ia menambahkan, fasilitas ini membuat pekerja seperti dirinya tak perlu khawatir ketika membutuhkan pemeriksaan kesehatan mendadak.
“Kalau buat saya tentu sangat membantu, jadi bisa tetap periksa kesehatan tanpa harus ambil cuti atau libur. Klinik ini juga bisa jadi contoh fasilitas kesehatan lain agar lebih inovatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Sani (20), pemilik UMKM minuman di sekitar Stasiun MRT Dukuh Atas, turut mengapresiasi keberadaan fasilitas tersebut.
"Sangat bagus dan membantu sekali. Yang namanya sakit kan seringnya tiba-tiba, mungkin dari rumah sehat, tapi pas lagi kerja bisa mendadak ada keluhan. Kalau saya kan memang punya asam lambung kalau lagi kambuh bisa sampai muntah, jadi kalau mau periksa nggak perlu jauh-jauh," katanya.
Sementara April (20), penjaga salah satu stan makanan di stasiun, menilai keberadaan klinik ini sudah tepat karena lokasi Dukuh Atas merupakan salah satu titik transportasi tersibuk di Jakarta.
"Kalau tujuannya untuk memudahkan pengguna transportasi umum sih sudah tepat. Semoga juga di stasiun lain juga ada karena fasilitas kesehatan ini penting banget. Saran saya sih diperbanyak saja untuk petunjuk arahnya, karena lokasi klinik ini kan agak ke dalam ya. Mungkin bisa dikasih petunjuk arah biar orang-orang paham kalau ada klinik yang baru buka di sini," ujar April.
Akses Kesehatan yang Cepat bagi Pengguna Transportasi Umum
Peresmian Bunda Clinic di Stasiun MRT Dukuh Atas pada Rabu (22/10/2025) dihadiri langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa fasilitas ini untuk mempermudah akses layanan kesehatan bagi pengguna transportasi publik, pekerja, dan masyarakat sekitar.
“Saya sangat berbahagia hari ini bisa menambah fasilitas baru di MRT untuk pengecekan kesehatan secara cepat. Kehadiran klinik ini merupakan langkah nyata menghadirkan layanan kesehatan yang dekat, mudah dijangkau, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat urban,” ujar Pramono.
Ia menjelaskan, kehadiran Bunda Clinic merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, PT MRT Jakarta, dan PT Bundamedik Tbk. Lokasi klinik yang berada di kawasan integrasi transportasi publik dianggap strategis karena menjadi titik pertemuan berbagai moda, mulai dari MRT, KRL, LRT, Transjakarta, hingga BRT. Menurut data, 122.000 pengguna memanfaatkan moda transportasi umum di kawasan terintegrasi ini setiap harinya.
Layanan Lengkap dan Responsif di Tengah Pusat Mobilitas
Komisaris Utama PT Bundamedik Tbk, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, menjelaskan bahwa Bunda Clinic menyediakan beragam layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan umum, medical check-up, hingga infus vitamin untuk menjaga kebugaran.
“Kami ingin masyarakat bisa dengan mudah mengetahui kondisi kesehatannya. Misalnya, ketika seseorang ingin tahu kadar gula atau tekanan darahnya, cukup datang ke klinik ini dan langsung bisa diperiksa dengan cepat,” jelas dr. Ivan.
Dalam momentum peresmian, RS Bunda juga memberikan 100 mini medical check-up gratis bagi pengguna MRT. Dengan dukungan dua dokter dan dua perawat, layanan di klinik ini dirancang agar pengguna transportasi publik tidak perlu repot ke rumah sakit untuk pemeriksaan ringan maupun kondisi darurat.
"Bahkan, sampai misalkan ada orang kolaps serangan jantung, pertolongan pertama bisa dilakukan. Kami sudah sediakan dua beds. Kalau memang berat sekali, langsung kami turunkan ambulans untuk evakuasi ke Rumah Sakit Bunda Menteng, hanya 10 menit," katanya.
Ditemui di Bunda Clinic, Rudi, salah satu tenaga kesehatan yang bertugas di Bunda Clinic menjelaskan alur pelayanan pasien yang cukup mudah dan cepat.
“Alurnya cukup mudah ya, kalau ada pasien yang ingin melakukan pemeriksaan tentu pertama kita lakukan pendaftaran dulu. Setelah itu, akan ada skrining dari perawat untuk melihat tanda-tanda vitalnya seperti apa, sebelum kita tanya keluhan pada umumnya,” urainya. “Setelah diperiksa perawat, baru diarahkan untuk pemeriksaan dokter untuk dicek rencana pengobatan, atau mau suntik vitamin C, vaksin juga bisa di sini. Kalau kondisi pasien tidak berat, mungkin 10-15 menit selesai. Jadi, cepat untuk yang mau periksa saat berangkat atau pulang kerja.”
Dengan hadirnya Bunda Clinic di Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta melangkah lebih maju dalam menghadirkan layanan kesehatan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat urban, sebuah langkah nyata menuju kota yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli pada kesejahteraan warganya.