Mahasiswa IPB Gugur Saat Ekspedisi di Papua dapat Gelar Sarjana Pertanian

Sebelum berangkat ke Papua, Anggit sudah menyelesaikan skripsinya dan duduk di semester 9.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 24 Oktober 2025, 09:33 WIB
Keluarga almarhum Anggit Bima Wicaksana (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Institut Pertanian Bogor (IPB) University menganugerahkan gelar Sarjana Pertanian (S.P.), pada almarhum Anggit Bima Wicaksana, peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP), yang gugur tugas riset dan pemetaan potensi ekonomi di kawasan transmigrasi Bomberay, Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat pada Selasa 21 Oktober 2025.

Sebelum berangkat ke Papua, Anggit sudah menyelesaikan skripsinya dan duduk di semester 9.

"Mencermati prestasi dan catatan akademik yang ada, maka pada kesempatan ini saya sampaikan bahwa Saudara Anggit Bima Wicaksana kami nyatakan lulus sebagai sarjana,” ujar Rektor IPB, Arif Satria.

Sebagai mahasiswa IPB Almarhum Bimo (sapaannya) dikenal aktif sebagai Ketua Angkatan Ilmu Tanah 58, Badan Pengawas HMIT, Koordinator Lapangan Fakultas Pertanian, dan Asisten Praktikum Praksis Survei, Pemetaan, dan Evaluasi Lahan. Tak hanya itu, Bimo juga Koordinator TEP dari IPB University.

Atas dedikasi dan berbagai prestasinya tersebut Rektor IPB mengundang kedua orang tua almarhum untuk menghadiri acara wisuda pada 29 Oktober 2025 di kampus IPB, Bogor, guna menerima ijazah atas nama putra mereka.

“Kami ingin mengundang kedua orang tua beliau untuk menerima ijazah atas nama almarhum, bersama dengan teman-teman lain yang telah menuntaskan tugas akademiknya,” tambahnya.

 

Menteri Transmigrasi Buka Suara

Kementerian Transmigrasi turut mengapresiasi keputusan Institut Pertanian Bogor (IPB) University yang menganugerahkan gelar sarjana pada almarhum Anggit Bima Wicaksana.

Pemberian gelar kehormatan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi, kerja keras, dan pengabdian almarhum yang telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan wilayah transmigrasi dan kesejahteraan masyarakat di pelosok negeri.

“Insyaallah nanti almarhum, Saudara Anggit Bima Wicaksana juga akan diberikan gelar sarjana pertanian dan insyaallah nanti pada bulan ini akan dilaksanakan wisuda. Dimohon kepada kedua orang tua juga untuk bisa hadir,” kata Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, dalam keterangannya.

 

Kronologi

Wakil Rektor 3, Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Agromaritim IPB, Ernan Rustiadi menyampaikan bahwa almarhum merupakan bagian dari 228 mahasiswa dan alumni IPB yang terlibat dalam program Tim Ekspedisi Patriot (TEP).

“Saudara Anggit adalah salah seorang yang terpanggil, beliau anak Jakarta dari Bintaro dan sangat bersemangat untuk terpanggil untuk ikut melaksanakan tugas di Kabupaten Fakfak, Papua Barat jadi sudah 2 bulan di sana,” ujar Ernan saat menunggu kedatangan almarhum Anggit di Bandara Halim Perdanakusuma, Rabu (22/10/2025).

Anggit menjabat sebagai koordinator kelompok riset yang terdiri dari empat orang. Ernan juga menjelaskan kronologi kecelakaan yang dialami oleh Anggit saat melaksanakan tugas. Anggit mengalami kecelakaan sepeda motor bersama satu orang teman laki-laki dalam kondisi cuaca hujan.

“Jadi satu grup itu empat orang dan saudara Anggit itu adalah koordinatornya dan mungkin karena cuaca, dua orang perempuan diminta untuk tinggal di tempat, yang bersangkutan bersama seorang teman laki-lakinya akhirnya yang bertugas lah berkunjung. Tetapi tampaknya cuaca hujan dan mengalami kecelakaan. begitu ceritanya,” terang Hernan.

Dalam keterangannya, diketahui anggit sedang mengendarai motor bersama rekannya, Andra. Keduanya berada di satu tikungan ketika kendaraan yang mereka gunakan mendadak tergelincir akibat rem mendadak. Saat itu, motor yang mereka kendarai terpeleset, Anggit bersama rekannya terpental ke dua arah yang berbeda. Setelah terpental, dari arah berlawanan melintas truk pengangkut sawit yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

“Jadi Anggit itu yang pegang kendaraan, boncengan lalu yang Andra namanya ya Andra itu dua-duanya kelihatannya ada di satu tikungan. Katanya terus terpeleset, rem mendadak, terpeleset dan terpental ke dua arah yang berbeda tapi Anggit ke kanan terus yang dibonceng terlempar ke kiri. Setelah terlempar ke kanan, katanya ada truk sawit dari arah berlawanan,” Jelas Erenan.

Andra, rekan Anggit yang ikut dalam insiden tersebut selamat dan kini menjadi saksi utama dalam penyelidikan kepolisian.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya