Cek Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini 24 Oktober 2025

Berikut prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat, (24/10/2025).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 24 Oktober 2025, 09:16 WIB
Penguatan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumumkan penangguhan 90 hari atas tarif timbal balik terhadap mitra dagang. (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Jumat, (24/10/2025). IHSG akan bergerak di kisaran 8.200-8.350.

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke posisi 8.274 pada perdagangan saham Kamis, 23 Oktober 2025. Hal ini sejalan dengan investor asing yang membukukan aksi beli saham Rp 948 miliar.

Senior Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Kevin Juido Hutabarat menuturkan, IHSG masih melanjutkan kenaikan dengan menguji level resistance 8.300 dan 8.350, sedangkan level support 8.250 dan 8.200.

Analis PT Mirae Asset Sekurtas Indonesia, Tasrul Tanar menuturkan, struktur tren IHSG masih kuat meski momentum melemah. Ia mengatakan, selama IHSG bertahan di atas 8.1400, potensi kenaikan menuju 8.284-8.327 tetap terbuka. “Dengan ruang konsolidasi terbatas sebelum melanjutkan tren naik berikutnya,” kata dia.

Untuk rekomendasi saham hari ini, Kevin memilih saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Rekomendasi Saham

Trading Idea hari ini: MINA, BUVA, BRMS, BMRI, JARR, dan BUMI

  • MINA Spec Buy dengan area beli di 193-196, cutloss di bawah 190. Target dekat di 200-210.
  • BUVA BoW dengan area beli di 710-730, cutloss di bawah 700. Target dekat di 780-800.
  • BRMS Spec Buy dengan area beli di 875-920, cutloss di bawah 870. Target dekat di 940-990.
  • BMRI Spec Buy dengan area beli di 4400-4430, cutloss di bawah 4380. Target dekat di 4540-4600.
  • JARR Spec Buy dengan area beli di 4870-5050, cutloss di bawah 4850. Target dekat di 5200-5400.
  • BUMI Spec Buy dengan area beli di 128-132, cutloss di bawah 127. Target dekat di 135-140. 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 23 Oktober 2025

Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak pada perdagangan saham Kamis (23/10/2025). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham yang menghijau.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 1,49% ke posisi 8.274,35. Indeks LQ45 bertambah 2,7% ke posisi 828,10. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.292,88 dan level terendah 8.179,61. Sebanyak 405 saham menguat sehingga angkat IHSG. 254 saham melemah dan 152 saham diam di tempat.

 

Sektor Saham

Pengunjung mengambil foto layar indeks harga saham gabungan yang menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Sebelumnya, Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin.(Liputan6.com/Faizal Fanani)

Total frekuensi perdagangan 2.400.929 kali dengan volume perdagangan 31,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 21,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.645.

Seluruh sektor saham menghijau. Sektor saham properti melesat 3,65%, dan catat kenaikan terbesar.Sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 2,07%, dan sektor saham transportasi bertamabh 1,85%.

Selain itu, sektor saham energi mendaki 0,03%, sektor saham basic menanjak 1,29%, sektor saham industri bertambah 1,64%. Lalu sektor saham consumer siklikal menguat 1,81%, sektor saham kesehatan mendaki 0,85%, sektor saham keuangan melesat 1,52%, sektor saham teknologi menanjak 1,19% dan sektor saham infrastruktur bertambah 1,66%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya