Usai Menganiaya, Ibu Tiri di Bojonggede Sempat Tinggalkan Anak Tergeletak Lemas sampai Meninggal

Seorang ibu berinisial RN (30) sempat meninggalkan anak tirinya berinisial MMA (6) dalam kondisi tergeletak setelah dianiaya.

oleh Raynaldo Ghiffari LubabahDiterbitkan 24 Oktober 2025, 07:09 WIB
makam bocah disiksa ibu tiri di depok dibongkar (Liputan6.com/ istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Polisi mengungkapkan seorang ibu berinisial RN (30) sempat meninggalkan anak tirinya berinisial MMA (6) dalam kondisi tergeletak setelah dianiaya. Korban yang dalam kondisi lemas dibiarkan pelaku hingga meninggal dunia.

“Dari fakta pemeriksaan saksi-saksi, kejadian bermula saat korban dipukul oleh RN sekitar pukul 21.00 WIB hingga tidak berdaya atau tergeletak,” kata Kasatreskrim Polresta Metro Depok, Kompol Made Gede Oka Utama dilansir Antara, Jumat (24/10/2025).

Bukannya menolong, pelaku justru meninggalkan korban untuk menjemput suaminya yang merupakan ayah kandung korban di tempat kerjanya di Jakarta.

“Ironisnya, tersangka membiarkan korban dan menyusul suaminya untuk menyampaikan bahwa anak tirinya tidak berdaya akibat terjatuh,” katanya.

Sekitar pukul 23.00 WIB, keduanya tiba kembali di rumah dan mendapati korban sudah tidak bernyawa. Korban kemudian dibawa ke rumah neneknya untuk dimandikan dan dimakamkan keesokan harinya.

“Keduanya tiba di rumah sekitar pukul 23.00 WIB, melihat korban sudah kaku. Lalu dibawa ke rumah nenek korban yang tak jauh dari lokasi untuk disemayamkan,” tutur Made.

Penganiayaan Berulang Kali

Penyidik juga menemukan dugaan bahwa pelaku telah beberapa kali melakukan kekerasan terhadap anak tersebut sebelum kejadian.

“Kami menduga tindakan kekerasan ini bukan hanya terjadi di hari kejadian, tapi sudah berulang kali dilakukan,” katanya.

Polisi melakukan pembongkaran makam atau ekshumasi terhadap jenazah bocah berusia enam tahun berinisial MAA yang diduga tewas akibat kekerasan oleh ibu tirinya berinisial RN (30), di Perumahan Griya Citayam Permai, Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Hasil ekshumasi dan autopsi forensik diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kematian korban sekaligus memperkuat pembuktian dalam penyidikan terhadap tersangka RN.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya