Liputan6.com, Jakarta Laga AC Milan vs Pisa akan berlangsung di San Siro pada pekan ke-8 Serie A 2025/2026. Pertandingan Liga Italia tersebut dijadwalkan kick-off pada Sabtu, 25 Oktober 2025, pukul 01.45 WIB, dan dapat disaksikan melalui live streaming di Vidio.
Milan berpeluang memperpanjang rentetan hasil positif sekaligus mempertahankan posisi di puncak klasemen Serie A ketika meladeni tim juru kunci Pisa. Pertandingan ini mempertemukan dua tim dengan nasib bertolak belakang — Milan sedang melaju kencang, sedangkan Pisa justru kesulitan beradaptasi di level tertinggi.
Advertisement
Kemenangan 2-1 atas Fiorentina akhir pekan lalu menjadi bukti ketangguhan Rossoneri di bawah arahan Massimiliano Allegri. Meski sempat tertinggal, Milan membalikkan keadaan berkat dua gol dari Rafael Leao yang tampil sebagai pembeda. Hasil itu membuat Milan memperpanjang catatan tak terkalahkan menjadi tujuh laga di semua kompetisi.
Performa tersebut semakin istimewa mengingat Milan tidak dibebani jadwal Eropa musim ini. Allegri memanfaatkan waktu untuk menjaga kebugaran skuad dan mengasah konsistensi permainan. Hasilnya terlihat nyata — Milan bermain dengan disiplin, efisien, dan tajam di momen penting.
Di balik kesuksesan itu, ada sosok Leao yang kembali menemukan ketajamannya. Gol pertamanya ke gawang Fiorentina menjadi yang pertama di San Siro dalam 17 bulan terakhir, sebuah momen simbolis yang menegaskan kebangkitannya. Ditambah kehadiran Luka Modric yang menata irama permainan, Milan terlihat semakin solid di setiap lini.
Tiga kemenangan kandang beruntun atas Bologna, Napoli, dan Fiorentina membuktikan bahwa San Siro kembali menjadi benteng angker bagi tim tamu. Dengan kepercayaan diri tinggi dan dukungan penuh tifosi, Milan diprediksi akan menargetkan kemenangan keempat di depan publik sendiri.
Sementara itu, Pisa datang dengan catatan yang jauh dari menggembirakan. Sebagai tim promosi, mereka masih mencari kemenangan perdana di Serie A musim ini. Dari delapan pertandingan, tim asuhan Alberto Gilardino baru mengumpulkan tiga poin dan hanya mencetak tiga gol — rekor terburuk mereka di kasta tertinggi sepanjang sejarah klub.