The Langham Fashion Soiree, Arah Baru Teknik Moulage di Tangan Liliana Lim

Liliana Lim mempersembahkan 42 rancangan dalam koleksi ready-to-wear deluxe di The Langham Fashion Soiree yang dimaknai sebagai sebuah perayaan imajinasi dan pengembangan teknik.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 24 Oktober 2025, 07:00 WIB
Presentasi koleksi Liliana Lim "LOUVELL" di The Langham Fashion Soiree, Jakarta, 21 Oktober 2025. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Liputan6.com, Jakarta - Liliana Lim membuka The Langham Fashion Soiree, Selasa, 21 Oktober 2025, dalam setting yang membuat semua tamu seolah duduk di front row. Para model berjalan tidak hanya di tengah, namun juga masuk ke "lorong" di kanan-kiri, memungkinkan setiap pasang mata melihat detail busana secara lebih seksama.

Kali ini, desainer yang dikenal dengan kemahiran teknik moulage—seni membentuk pakaian langsung pada patung tanpa pola—tersebut mempersembahkan "LOUVELL." Terdiri dari 42 rancangan, koleksi ready-to-wear deluxe ini dimaknai sebagai sebuah perayaan imajinasi dan pengembangan teknik.

Teknik moulage andalan Liliana didorong ke arah baru, bersandingan dengan bentuk yang konstruktif. Ia mengontraskan draping yang lembut dengan siluet tegas dan volume rigid, menghadirkan dialog antara kelembutan dan kekuatan, serta spontanitas dan struktur.

Presentasi koleksi Liliana Lim "LOUVELL" di The Langham Fashion Soiree, Jakarta, 21 Oktober 2025. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Rangkaiannya tetap berpijak pada kode desain Liliana Lim yang feminin, elegan, dan sederhana. Bahan lembut yang mengalir dipertemukan dengan material bertekstur, dihiasi detail payet tangan yang rumit.

Tidak ketinggalan, aksen bunga tiga dimensi menambah kesan dramatis. Liliana bereksperimen dengan bahan velvet untuk pertama kalinya dalam rancangan yang meliputi gaun malam, gaun koktail, mini dress, serta jumpsuit tersebut.

Setiap desain bermain bebas dengan asimetri, memastikan twist dalam tampilan formal yang effortless. Ada drape yang jatuh dari bahu membentuk twist di pinggang, serta lipatan yang dibiarkan mentah sebagai aksen.

Pecahan Teknik Moulage ala Liliana Lim

Presentasi koleksi Liliana Lim "LOUVELL" di The Langham Fashion Soiree, Jakarta, 21 Oktober 2025. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Terdapat pula pecahan moulage yang dirangkai ulang mengikuti lekuk tubuh. Jejak tangan sang desainer sengaja ditonjolkan, mengubah ketidaksempurnaan jadi daya tarik modern. Palet warna hitam, silver, dan charcoal grey yang tidak neko-neko dikawinkan dentan kilauan bahan keemasan, menghadirkan nuansa kemewahan yang tenang.

Ini selaras dengan "LOUVELL" yang namanya menyiratkan kisah yang memancarkan kegemerlapan, sebuah kata imajiner dari Lumiere (cahaya) dan Novel (roman). Seluruh detail dikerjakan dengan tangan, menegaskan sentuhan couture dalam lini ready-to-wear deluxe ini.

Presentasi koleksi Liliana Lim "LOUVELL" di The Langham Fashion Soiree, Jakarta, 21 Oktober 2025. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Dengan "LOUVELL," Liliana Lim memperluas bahasa rancangan antara drape dan struktur ke ranah modern yang berani. Pakaian yang dirancang bukan hanya untuk momen sesaat, tapi untuk disimpan dan dikenang sebagai bagian dari memori yang bercerita.

The Langham Fashion Soiree 2025

Presentasi koleksi Liliana Lim "LOUVELL" di The Langham Fashion Soiree, Jakarta, 21 Oktober 2025. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Liliana Lim adalah salah satu dari empat desainer yang tampil selama The Langham Fashion Soiree berlangsung Selasa dan Rabu, 21–22 Oktober 2025. Tiga desainer lain yang tampil di event kerja sama The Langham Jakarta dan Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) ini adalah SEBASTIANred, Ria Miranda, dan Wilsen Willim.

Presentasi koleksi Liliana Lim "LOUVELL" di The Langham Fashion Soiree, Jakarta, 21 Oktober 2025. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Di edisi tahun lalu, Liliana mempersembahkan koleksi "Solstice." Saat itu, ia membawa elegansi dan modernitas yang telah jadi ciri khas karyanya sejak awal karier di dunia mode. 

Tiga puluh tujuh rancanganya hadir dengan palet warna solid, seperti hitam, silvery, champagne, bone, dan grey. Koleksi ini terinspirasi dari momen solstice, yaitu fenomena alam ketika matahari mencapai titik tertinggi atau terendahnya dalam setahun, melambangkan transisi dan keseimbangan antara gelap dan gemerlap.

The Langham Fashion Soiree Tahun Lalu

Presentasi koleksi Liliana Lim "LOUVELL" di The Langham Fashion Soiree, Jakarta, 21 Oktober 2025. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Seperti tahun ini, setiap helai gaun dari koleksi saat itu mengandung sentuhan moulage yang diatur secara tidak terprediksi, memperindah lekuk tubuh si pemakai busana. Gaun-gaun dihiasi ornamentasi beading yang ditata sedemikian rupa.

Rangkaiannya terdiri dari long dress, mini dress, dan jumpsuit. Masing-masing beraksen drape dan twist yang tampak pas desainnya. Koleksi "Solstice" juga menawarkan pilihan gaun yang simpel dan modern, menciptakan tampilan yang unik dan personal.

Materialnya dipilih dengan tekstur berbeda untuk menciptakan kesan kontras antara keanggunan drapery dan kekuatan bahan yang solid. Semuanya terlihat mewah, sebagian berhiaskan bebatuan permata yang berkilauan dan tampak cocok untuk pesta.

Infografis desainer Indonesia di pentas fesyen dunia (Liputan6.com/Trie Yasni))

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya