Liverpool Pesta Gol di Frankfurt: 2 Corner yang Mengubah Segalanya

Pelatih Frankfurt mengakui bahwa dua gol dari situasi bola mati jelang turun minum benar-benar memukul mental timnya.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 23 Oktober 2025, 17:49 WIB
Liverpool tampil menggila di markas Eintracht Frankfurt setelah sempat tertinggal lebih dulu, untuk akhirnya membalikkan keadaan dan menang meyakinkan 5-1 dalam laga matchday ketiga Liga Champions 2025/2026, Kamis (23/10/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Michael Probst)

Liputan6.com, Jakarta Liverpool akhirnya kembali tersenyum lebar di Liga Champions. Bertandang ke markas Eintracht Frankfurt pada matchday ketiga, The Reds menang telak 5-1 setelah sempat tertinggal lebih dulu.

Kemenangan ini menjadi pelipur lara setelah empat laga sebelumnya di semua ajang selalu berakhir dengan kekalahan. Tim asuhan Arne Slot tampil dengan karakter klasik mereka—intens, tajam, dan berbahaya di setiap bola mati.

Frankfurt sempat unggul lewat gol Rasmus Kristensen pada menit ke-26. Akan tetapi, keunggulan itu hanya bertahan singkat sebelum Liverpool membalikkan keadaan lewat Hugo Ekitike, Virgil van Dijk, dan Ibrahima Konate dalam waktu kurang dari sepuluh menit.

Babak kedua menjadi panggung pengukuhan dominasi tim tamu. Cody Gakpo dan Dominik Szoboszlai menambah dua gol lagi untuk menegaskan kemenangan meyakinkan yang juga menjadi titik balik performa Liverpool di Eropa.


Frankfurt vs Liverpool: Dua Corner yang Mengubah Arah Pertandingan

Empat menit kemudian, tim tamu, Liverpool berbalik unggul lewat sundulan keras Virgil van Dijk di menit ke-39. (Kirill KUDRYAVTSEV/AFP)

Dino Toppmoller tak bisa menutupi kekecewaannya usai peluit panjang berbunyi. Pelatih Frankfurt itu mengakui bahwa dua gol dari situasi bola mati jelang turun minum benar-benar memukul mental timnya.

“Kami tahu Liverpool akan lebih banyak menguasai bola. Namun, mereka tidak banyak memiliki peluang besar karena kami bertahan dengan baik secara keseluruhan. Akan tetapi, pada akhirnya dua situasi bola mati itu yang membuat kami kalah,” ujar Toppmoller kepada DAZN. “Jika ingin mendapatkan hasil di level seperti ini, Anda harus benar-benar fokus di momen-momen tersebut.”

Ia menyoroti perbedaan fisik sebagai faktor utama dalam duel bola udara. “Faktanya, Liverpool lebih besar, mereka punya pemain-pemain bertubuh tinggi. Ketika mereka datang dengan momentum seperti itu dan kami tidak siap, maka jelas sulit untuk bertahan,” lanjutnya.

Dua gol dari corner menjelang turun minum bukan hanya mengubah skor, tapi juga mengubah psikologis permainan. Frankfurt kehilangan kendali, dan sejak saat itu, Liverpool tampil seolah tanpa beban.


Gotze: Dua Corner Itu Menghabisi Momentum Kami

Jelang akhir babak pertama, pada menit ke-44, keunggulan The Reds semakin melebar menjadi 3-1 berkat gol yang dicetak Ibrahima Konate. (Kirill KUDRYAVTSEV/AFP)

Mario Gotze, gelandang veteran Frankfurt, juga mengakui bahwa momen dua corner tersebut membuat segalanya berjalan sulit. “Ini hanya pertandingan 90 menit di mana kamu harus benar-benar fokus, di mana hal-hal kecil bisa membuat perbedaan,” ucapnya.

Lanjut Baca:

“Mereka melakukan serangan balik yang luar biasa, lalu kami kebobolan dua gol dari corner sebelum turun minum. Setelah itu, momentum benar-benar hilang, dan tentu saja sangat sulit untuk bangkit,” lanjut Götze. Meski kecewa, Gotze tetap menaruh hormat pada suporter Frankfurt yang tetap setia mendukung. “Para suporter selalu punya insting yang bagus terhadap situasi. Mereka selalu ada ketika kami membutuhkan mereka. Selalu ada, bahkan di masa sulit seperti sekarang,” katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya