Proyek PLTN Akkuyu: Pionir Energi Nuklir Turki dan Dampaknya bagi Ekonomi hingga Lingkungan

Direktur Utama Akkuyu Nuclear, Sergey Borisovich Butskikh, memaparkan tantangan, kemajuan, serta kontribusi proyek terhadap industri lokal dan lingkungan.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 23 Oktober 2025, 14:08 WIB
Direktur Utama Akkuyu Nuclear Sergey Borisovich Butskikh pada Selasa (21/10/2025) memaparkan tantangan, kemajuan, serta kontribusi proyek terhadap industri lokal dan lingkungan (Dok. PLTN Akkuyu).

Liputan6.com, Ankara - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN Akkuyu) menandai tonggak sejarah bagi Turki sebagai negara yang mengadopsi teknologi nuklir untuk pertama kalinya.

Dalam wawancara dengan media asing, Direktur Utama Akkuyu Nuclear Sergey Borisovich Butskikh, memaparkan tantangan, kemajuan, serta kontribusi proyek terhadap industri lokal dan lingkungan.

"PLTN Akkuyu meletakkan dasar bagi industri yang benar-benar baru bagi Turki. Kami tidak hanya membangun reaktor dengan teknologi Rusia, tetapi juga membantu mengembangkan infrastruktur nuklir, membentuk kerangka hukum, serta melatih tenaga kerja nasional," ujar Butskikh pada Selasa (21/10/2025) di Mersin.

Butskikh menekankan bahwa dukungan publik merupakan kunci keberhasilan proyek nuklir. Di Turki, masyarakat, media, dan komunitas ahli aktif dilibatkan untuk memahami manfaat energi nuklir, prinsip kerja sistem PLTN, dan jaminan keselamatan.

"Di wilayah Rusia yang memiliki fasilitas nuklir, tingkat dukungan publik melebihi 90%. Orang-orang merasakan langsung manfaat PLTN melalui pekerjaan, pajak, dan program sosial-ekonomi yang dijalankan," jelasnya.

Tak kalah penting, Akkuyu juga mendorong pengembangan industri lokal dan penciptaan lapangan kerja.

"Kami memberi perhatian khusus pada keterlibatan pemasok Turki. Hingga kini, lokalisasi proyek termasuk pajak yang dibayarkan kepada Turki telah mencapai 11 miliar USD, dengan sekitar 2.000 perusahaan terlibat sebagai pemasok dan kontraktor," kata Butskikh.

Perusahaan lokal pun mampu menyesuaikan standar industri nuklir dan meningkatkan kapasitas produksi, menjadikan mereka kompetitif untuk proyek lain di Turki maupun internasional.

Akkuyu sendiri menjadi salah satu pemberi kerja terbesar di wilayah tersebut, dengan puncak pembangunan melibatkan puluhan ribu pekerja. Begitu empat unit beroperasi penuh, sekitar 4.000 orang akan bekerja di stasiun tersebut, hanya untuk tenaga operasional.

Soal teknologi, PLTN Akkuyu menggunakan reaktor VVER-1200 generasi III+, yang terkenal aman dan modern.

"Unit Akkuyu dilengkapi sistem keselamatan aktif dan pasif yang bekerja bahkan saat pemadaman listrik total. Sekitar 40% biaya PLTN adalah untuk sistem keselamatan. Stasiun ini dirancang tahan gempa hingga skala 9, banjir, tsunami, dan badai," ungkapnya.

Teknologi Khusus

Direktur Utama Akkuyu Nuclear Sergey Borisovich Butskikh pada Selasa (21/10/2025) memaparkan tantangan, kemajuan, serta kontribusi proyek terhadap industri lokal dan lingkungan (Dok. PLTN Akkuyu).

Butskikh menambahkan, air laut yang digunakan untuk pendinginan tidak terpapar bahan kimia atau radioaktif, dan perlindungan fauna laut diterapkan dengan tirai gelembung serta jaring khusus untuk mencegah ikan dan ubur-ubur masuk ke intake.

Dalam konteks energi bersih, Akkuyu akan berperan signifikan bagi netralitas karbon Turki.

"PLTN Akkuyu akan mencegah hampir 18 juta ton CO2-e per tahun dari penggantian listrik berbasis batu bara dan gas. Operasional Akkuyu akan berkontribusi sekitar 16% dari target nasional pengurangan emisi Turki pada 2030," jelas Butskikh.

Mengenai kemajuan proyek, Butskikh memaparkan bahwa saat ini empat unit listrik sedang dibangun dengan berbagai tahap berbeda. Unit 1 telah selesai konstruksi dan pemasangan, sementara unit 2 dan 3 sedang dipasang peralatan utama.

Unit 4 tengah menyelesaikan fondasi turbin dan trap peleburan. Infrastruktur hidroteknik laut dan darat untuk suplai air hampir rampung, dan pemasangan peralatan distribusi listrik sedang berlangsung.

 

Rencana Turki di Masa Depan

Direktur Utama Akkuyu Nuclear Sergey Borisovich Butskikh pada Selasa (21/10/2025) memaparkan tantangan, kemajuan, serta kontribusi proyek terhadap industri lokal dan lingkungan (Dok. PLTN Akkuyu).

PLTN Akkuyu juga akan mengurangi ketergantungan Turki pada impor energi.

"Dengan empat unit yang beroperasi 24/7, PLTN akan menghasilkan energi bersih cukup untuk kota besar seperti Istanbul, sekitar 10% kebutuhan listrik Turki. Selama siklus hidupnya, Akkuyu diperkirakan akan menghemat 420 miliar m³ gas alam," ujar Butskikh.

Proyek ini juga menekankan lokalisasi dan keterlibatan pemasok Turki.

"Persyaratan kualitas sangat tinggi, sesuai standar keselamatan internasional, namun tetap transparan dan kompetitif. Mekanisme ini memastikan produk, bahan, dan layanan aman dan berkualitas," katanya.

Untuk menjaga dampak lingkungan tetap minimal, Akkuyu melakukan pemantauan harian terhadap flora, fauna, dan radiasi di lokasi dan radius 30 km.

Terdapat 21 pos pemantauan radiasi otomatis, serta sistem hidroteknik yang memonitor kualitas air laut, termasuk oksigen terlarut, kecepatan aliran, dan bahan padat tersuspensi, selama seluruh siklus hidup PLTN.

Dengan semua upaya ini, Akkuyu bukan sekadar proyek energi. Ia menjadi contoh integrasi teknologi, industri lokal, lingkungan, dan dukungan publik untuk masa depan energi bersih di Turki.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya