Tantang Merek Eropa, BYD Siapkan Mobil Listrik Sport Mewah Denza Z

Produsen otomotif asal Tiongkok, BYD, melalui merek mewahnya Denza, kini melangkah ke segmen mobil sport listrik dengan ambisi tinggi

oleh Arief AszhariDiterbitkan 23 Oktober 2025, 20:16 WIB
Tantang Merek Eropa, BYD Siapkan Mobil Listrik Sport Mewah Denza Z (Carscoops)

Liputan6.com, Jakarta - Produsen otomotif asal Tiongkok, BYD, melalui merek mewahnya Denza, kini melangkah ke segmen mobil sport listrik dengan ambisi tinggi. Sebagaimana diwartakan oleh Carscoops, prototipe coupe listrik yang dikenal sebagai Z ini baru saja tertangkap kamera tengah menjalani pengujian di sirkuit Nürburgring.

Menurut laporan, model Z ini tidak sekadar tampil berbeda secara visual, karena mobil tersebut dilengkapi sayap belakang dan diffuser besar yang menunjukkan upaya serius di sisi aerodinamika.

Tambahan berikutnya adalah penggunaan ban semi‐slick GitiSport GTR3 dengan ukuran besar (325/30 di belakang dan 275/35 di depan), yang mempertegas fokus performa tinggi.

Meski belum semua spesifikasinya diumumkan secara resmi, sejumlah media lokal Tiongkok memperkirakan Z akan mengusung konfigurasi tiga motor listrik dengan tenaga lebih dari 900 hp.

Jika benar demikian, maka mobil ini bakal mampu mencapai 0-100 km/jam dalam waktu sekitar 3 detik atau kurang lebih setara dengan banyak supercar.

Di sisi interior, Denza Z diperkirakan akan menawarkan kabin berkelas tinggi dengan kombinasi digital instrument cluster, layar infotainment utama, dan layar tambahan untuk penumpang, serta material premium seperti Alcantara dan kulit.

Model 10 Kali Lebih Baik dari Porsche dan BMW

Segala fitur ini menunjukkan bahwa BYD melalui Denza ingin bersaing di segmen atas yang selama ini didominasi pabrikan Eropa.

Pihak BYD sendiri sebelumnya menyatakan bahwa lewat Denza, jenama Tiongkok ini menargetkan produk yang sepuluh kali lebih baik dibanding merek premium seperti Porsche dan BMW.

Dengan Model Z yang kini diuji di ring Jerman, langkah perusahaan untuk menantang Porsche 911 bukan sekadar retorika.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya