71 Gol dalam Dua Malam: Matchday 3 Liga Champions 2025/26 Cetak Rekor Baru

Matchday 3 Liga Champions 2025/26 mencatat rekor baru dengan 71 gol dari 18 laga, menegaskan era sepakbola ofensif di kompetisi klub paling elit Eropa

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 23 Oktober 2025, 10:37 WIB
Penyerang Liverpool, Hugo Ekitike usai mencetak gol ke gawang Eintracht Frankfurt di lanjutan Liga Champions, 23 Oktober 2025. (AP Photo/Michael Probst)

Liputan6.com, Jakarta Liga Champions 2025/2026 mencatat tonggak sejarah baru. Dalam dua malam pertandingan penuh drama, sebanyak 71 gol tercipta dari 18 laga di matchday 3. Catatan itu menjadikannya matchday paling produktif sepanjang sejarah turnamen sejak era format grup dimulai.

Rekor ini melampaui torehan 67 gol yang sebelumnya tercatat pada musim lalu dan kembali disamai di matchday pertama musim ini. Dalam konteks format baru 'Fase Liga' yang diperkenalkan UEFA sejak musim 2024/2025, hasil tersebut menggambarkan betapa terbukanya permainan dan tingginya agresivitas tim-tim papan atas Eropa.

Dalam dua malam kali ini, publik disuguhkan parade gol dari berbagai stadion besar Eropa. Liverpool dan Chelsea sama-sama menang dengan skor 5-1, Barcelona menghancurkan Olympiakos 6-1, sementara PSG berpesta 7-2 di kandang Bayer Leverkusen.


Malam-Malam Penuh Gol

Jelang babak pertama berakhir, Desire Doue kembali menunjukkan ketajamannya dengan gol keduanya pada menit ke-45+3 sekaligus menutup paruh pertama pertandingan dengan skor 4-1 untuk PSG. (FRANCK FIFE/AFP)

Rangkaian laga matchday 3 memperlihatkan betapa ofensifnya gaya bermain di kompetisi musim ini. Mulai dari Selasa, 21 Oktober 2025, Barcelona membuka pesta gol dengan kemenangan 6-1 atas Olympiakos, diikuti PSG yang tampil menggila di BayArena dengan kemenangan telak 7-2 atas Leverkusen.

Di malam yang sama, PSV Eindhoven mempermalukan Napoli 6-2, sementara Borussia Dortmund mencuri kemenangan 4-2 di markas Copenhagen. Inter Milan tampil klinis saat melibas Union Saint-Gilloise 4-0, sedangkan Manchester City menang 2-0 atas Villarreal.

Keesokan harinya, 22-23 Oktober, hujan gol berlanjut. Chelsea menundukkan Ajax 5-1, Liverpool berpesta lima gol ke gawang Eintracht Frankfurt, dan Bayern Munchen menang meyakinkan 4-0 atas Club Brugge.

Meski begitu, tiga laga berakhir tanpa gol, termasuk AS Monaco vs Tottenham dan Atalanta vs Slavia Praha yang menjadi pengecualian di tengah euforia gol kali ini.


Format Baru, Filosofi Baru

Selebrasi Fermin Lopez dalam laga Liga Champions antara Barcelona vs Olympiakos, Selasa (21/10/2025). (AP Photo/Joan Monfort)

UEFA memperkenalkan format Fase Liga pada musim 2024/2025 untuk menggantikan sistem fase grup tradisional. Perubahan ini menghadirkan delapan matchday di babak awal, dengan lebih banyak laga dan lawan yang beragam bagi setiap tim.

Efeknya mulai terlihat jelas. Tim-tim besar kini menghadapi lawan dengan intensitas tinggi lebih sering, dan sebagian besar memilih strategi menyerang ketimbang menunggu. Hasilnya, gol tercipta dengan frekuensi yang jarang terlihat di era sebelumnya.

Lanjut Baca:

Statistik UEFA menunjukkan bahwa musim 2024/2025 menutup kompetisi dengan total 618 gol dalam 189 pertandingan, rekor tertinggi dalam sejarah Liga Champions. Rata-rata gol per laga saat itu mencapai 3,27, melampaui catatan 3,24 pada musim 2020/2021. Kini, tren itu berlanjut bahkan lebih eksplosif.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya