Liputan6.com, Jakarta - Ribuan santri Pondok Pesantren Darunnajah 8 Cidokom, Kabupaten Bogor, menggelar Khataman Al-Qur’an Akbar sebagai bentuk rasa syukur, refleksi, dan semangat jelang peringatan Hari Santri 2025.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh santri putra dan putri dari berbagai jenjang pendidikan ini berlangsung khidmat sejak Selasa pagi (21/10/2025) di halaman utama pesantren.
Advertisement
Para santri membaca Al-Qur’an secara serentak hingga khatam, disertai doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara.
Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah 8 Cidokom, KH Rifdy Izdihar menyampaikan bahwa kegiatan khataman ini merupakan wujud cinta santri terhadap Al-Qur’an sekaligus penguatan spiritual dalam momentum Hari Santri Nasional.
“Hari Santri bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali peran santri sebagai penjaga moral bangsa, pembawa kedamaian, dan pengamal ajaran Islam yang moderat,” ujar KH. Rifdy Izdihar kepada media di Bogor, Selasa (21/10/2025).
Selain Khataman Al-Qur’an, peringatan Hari Santri Nasional di Darunnajah 8 Cidokom juga diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan dan kebangsaan, seperti lomba pidato, nasyid, pentas seni Islami, serta upacara Hari Santri Nasional yang melibatkan seluruh civitas pesantren.
Teladani Perjuangan Para Ulama
KH. Rifdy menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat semangat santri dalam meneladani perjuangan para ulama dan santri terdahulu yang berperan besar menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kepada seluruh santri bahwa menjadi santri bukan hanya berarti belajar agama, tetapi juga belajar menjadi warga negara yang berakhlak, berilmu, dan berkontribusi untuk bangsa,” tambahnya.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama dan penampilan santri bertema cinta tanah air dalam balutan nilai-nilai keislaman, yang menggambarkan perpaduan semangat religius dan nasionalisme khas pesantren.
Pondok Pesantren Darunnajah 8 Cidokom merupakan salah satu cabang dari jaringan Pesantren Darunnajah. Dengan ribuan santri dari berbagai daerah di Indonesia, pesantren ini mengembangkan pendidikan berbasis Al-Qur’an, disiplin, dan pembentukan karakter.