Liputan6.com, Jakarta Eintracht Frankfurt dan Liverpool sama-sama berada dalam situasi yang jauh dari ideal. Keduanya butuh kemenangan untuk keluar dari tekanan di fase liga Liga Champions 2025/2026. Pertemuan di Deutsche Bank Park, Kamis (23/10/25) pukul 02.00 WIB, bisa menjadi titik balik—atau justru titik jatuh—bagi salah satu pihak.
Frankfurt kini berada di posisi ke-15 klasemen fase liga dengan tiga poin. Kekalahan telak 1-5 dari Atletico Madrid di akhir September membuat tim asuhan Dino Toppmoller kehilangan kepercayaan diri. Di sisi lain, Liverpool juga berada di jalur yang sama berbahaya: posisi ke-17 dengan tiga poin setelah tumbang 0-1 dari Galatasaray.
Advertisement
Baik Frankfurt maupun Liverpool sama-sama memikul beban besar. Frankfurt perlu memulihkan stabilitas setelah rentetan kebobolan, sedangkan The Reds wajib menemukan kembali karakter permainan mereka agar tidak terseret lebih jauh ke dalam krisis.
Frankfurt Perlu Redam Kekacauan di Pertahanan
Musim lalu, Frankfurt mencatat sejarah dengan finis ketiga di Bundesliga—terbaik mereka sejak 1991/92. Akan tetapi, performa mereka musim ini tak semegah itu. Setelah tujuh pekan, Frankfurt baru mengumpulkan 10 poin dan berada di posisi ketujuh, tiga poin lebih sedikit dibanding periode yang sama musim lalu.
Yang lebih mengkhawatirkan, lini belakang mereka runtuh begitu cepat. Dalam lima laga terakhir di semua kompetisi, Frankfurt sudah kebobolan 18 kali. Mereka bahkan kebobolan setidaknya dua gol di enam dari tujuh pertandingan terakhir. Frankfurt harus segera memperbaiki struktur bertahan. Sebab, terlalu mudah bagi lawan untuk menembus mereka.
Produktivitas memang masih jadi modal positif—12 gol dalam lima laga terakhir menunjukkan mereka tetap tajam di depan. Namun, bila pertahanan tetap rapuh, serangan sehebat apa pun bisa sia-sia. Frankfurt juga tak menang dalam tiga laga terakhir dan sudah dua kali kalah di kandang. Jika kembali kalah dari Liverpool, itu akan jadi kekalahan ketiga beruntun di Deutsche Bank Park—catatan yang berpotensi memperburuk situasi ruang ganti.
Liverpool dan Ancaman Krisis Berantai
Liverpool datang dengan luka segar setelah kalah 1-2 dari Manchester United di Premier League. Lebih dari sekadar hasil, yang membuat pelatih Arne Slot gusar adalah minimnya progres tim sejak awal musim. The Reds tampak kehilangan koordinasi di pressing dan sering kali membiarkan lawan menekan balik dengan mudah.