Perjalanan Michael Berkowitz Rintis Norwegian Wool, dari Apartemen Kecil di Bronx hingga Tembus Fifth Avenue

Michael Berkowitz tinggalkan pekerjaannya dan memulai Norwegian Wool dari apartemen Bronx. Kini, mantel mewahnya dipakai miliarder dan aktor dunia.

oleh Haniah NabilahDiterbitkan 23 Oktober 2025, 06:00 WIB
Merek fashion mewah Norwegian Wool. (norwegian-wool.com)

Liputan6.com, Jakarta - Michael Berkowitz tak menyangka keputusan berani meninggalkan pekerjaannya di usia 38 tahun akan membawanya ke panggung global.

Berbekal dana pribadi sebesar USD 50.000 atau sekitar Rp 831 juta (estimasi kurs Rp 16.620 per USD) dan mimpi besar, ia memulai perjalanan bisnis dari apartemen kecil di Bronx, New York yang kini menjelma menjadi merek fashion mewah Norwegian Wool.

Semua berawal pada musim panas 2014. Kala itu, prototipe pertama mantel wol rancangannya tiba di tengah suhu 95 derajat Fahrenheit. Demi mengujinya, Berkowitz nekat berjalan ke supermarket dan berdiam diri di ruang pendingin selama setengah jam.

“Wajah saya terasa dingin, tapi tubuh saya tetap hangat. Saat itu saya tahu, kami menemukan sesuatu,” katanya dikutip dari CNBC, Kamis (22/10/2025).

Kini, mantel buatan Norwegian Wool tak hanya dipakai pebisnis kelas dunia, tetapi juga aktor, politisi, dan bahkan miliarder. Brand tersebut sudah tampil di World Economic Forum di Davos hingga serial Succession di HBO.

Awal yang Sederhana dari Ide di Peron Kereta

City Coat Black Norwegian Wool (Dok norwegian-wool.com)

Inspirasi Berkowitz muncul setahun sebelum peluncuran produk pertamanya. Saat menggigil di peron kereta bawah tanah New York bersama temannya, ia sadar belum ada mantel elegan yang benar-benar hangat.

“Saya ingin mantel yang bisa dipakai ke kantor tapi tetap tahan dingin,” katanya.

Dari situ, ia mulai meneliti pasar dan menemukan celah, mantel Italia yang bergaya tak cocok untuk musim dingin ekstrem, sementara mantel Kanada atau Skandinavia terlalu kasual untuk digunakan profesional.

Ia pun bolak-balik ke Italia mencari pabrik yang mau memproduksi desainnya.

Dengan modal USD 50.000 milik pribadi dan tambahan investasi USD 200.000 dari mantan CFO perusahaannya, ia memesan 200 mantel pertama.

Semua terjual habis hanya dalam tiga bulan, hingga ia memutuskan berhenti dari pekerjaan utamanya pada awal 2015.

Dari Koper Kecil ke Rak Toko Bergengsi

Awal perjalanan Berkowitz bukan tanpa perjuangan. Ia berjualan sendiri dari toko ke toko, membawa beberapa mantel dalam koper kecil.

“Saya bawa satu di badan, dua di koper,” ujarnya.

Ketekunannya berbuah manis. Tahun 2017, Norwegian Wool berhasil masuk ke department store besar, disusul dua kali pendanaan jutaan dolar dari investor swasta.

Kini, mantel Norwegian Wool dijual di lebih dari 100 toko di seluruh dunia, termasuk Saks Fifth Avenue, Bloomingdale’s, dan Nordstrom.

Harganya berkisar antara USD 1.500 hingga USD 2.900 per potong, menjadikannya simbol gaya dan kehangatan bagi para profesional elit.

Kualitas mantel Norwegian Wool disebut “seperti mencelupkan tangan ke dalam mentega hangat” oleh direktur kostum serial Succession.

Berkowitz sendiri membayangkan mereknya seperti Range Rover dalam dunia fashion: elegan namun tetap tangguh.

Meski perusahaannya kini menguntungkan dan dikenal di kancah global, Berkowitz masih terjun langsung menguji produknya.

Ia memakai parka dan blazer rancangan baru saat bepergian, memastikan kualitasnya sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya