Cerita Penggali Kubur hingga Karyawan TPU Cikoko: Semua Penuh, Hanya Bisa Pemakaman Tumpang

Panji, salah satu penggali kuburan di TPU Cikoko bercerita bahwa TPU tersebut sudah tidak menerima penggalian untuk makam baru yang kosong.

oleh Fatimah AzzahraDiterbitkan 21 Oktober 2025, 17:17 WIB
TPU Cikoko menjadi salah satu pemakaman yang kini hanya menerima pemakaman tumpang. (Liputan6.com/Fatimah Azzahra)

Liputan6.com, Jakarta - Ditengah padatnya Kawasan Jakarta Selatan, ruang untuk peristirahatan terakhir pun kian padat dan sempit.

Sebanyak 9 Tempat Pemakaman Umum (TPU) di wilayah Jakarta Selatan (Jaksel) pun kini telah penuh dan tidak dapat menggali kuburan baru.

Sebagai Solusi, pemerintah menerapkan sistem pemakaman tumpang agar layanan pemakaman bagi warga tetap berjalan.

Kondisi padat dan sempitnya lahan pemakaman pada 9 TPU di Jaksel tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menyediakan lahan pemakaman bagi warga.

Salah satu contoh TPU yang telah sangat padat adalah TPU Cikoko Barat, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

Panji, salah satu penggali kuburan di TPU Cikoko bercerita bahwa TPU tersebut sudah tidak menerima penggalian untuk makam baru yang kosong.

Ia menyebut dari awal oktober hingga hari ini, Selasa (21/10/2025) hanya ada tiga pemakaman yang dilakukan. Seluruh pemakaman dilakukan dengan cara tumpang dengan anggota keluarga yang lain dengan persetujuan ahli waris.

"Dari awal bulan baru tiga, tumpang semua. Kalau yang baru biasanya di Menteng Pulo. Kalau kuburan mau minta baru, dari pemda itu di Menteng Pulo, ada lahan kosong Kalau di sini enggak ada. Tumpang semua," cerita Panji setelah menggali satu kuburan siang itu di TPU Cikoko Barat, Selasa (21/10/2025).

Saat ini, menurut dia, di TPU Cikoko dapat menampung sebanyak 4 tumpang dalam satu makan. Tercatat sebanyak 2000 petak pemakaman dengan luas lahan 3.600 m²

"Kalau di sini, ber 4, kalau TPU gede, biasanya ada yang 6 orang. TPU gede, 6 orang, 5 orang, 7. Ber-4 doang kayaknya TPU kecil (seperti di Cikoko)," ucap Panji dibawah pohon kamboja.

Pada awalnya, TPU Cikoko barat merupakan tanah pemakaman wakaf. Panji menyebut hal ini yang menjadi faktor posisi kuburan yang berdempetan dan berantakan.

 

Sudah Tak Layanai Pemakaman Baru

Petugas merawat makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta, Selasa (11/5/2021). Pemprov DKI akan memberlakukan larangan ziarah kubur Idulfitri di seluruh TPU mulai 12 hingga 16 Mei untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 saat berkumpul untuk berziarah. (Liputan6.com/JohanTallo)

Hal senada rupanya juga disampaikan Mpok Ati salah satu bagian administrasi TPU Cikoko menyebut, sudah tidak melayani pemakaman baru alias sudah tutup

"Udah ditutup-tutup yang baru. Udah enggak ada. Di sini, yang mengubur di sini cuma yang warga," jelas Mpok Ati saat dikonfirmasi, Selasa (21/10/2025).

Mpok Ati menjelaskan TPU Cikoko tidak mungkin membuka galian untuk makan baru karena akses jalan yang juga sulit.

Sebelumnya, sebanyak 9 tempat pemakaman umum (TPU) di Jakarta Selatan (Jaksel) dinyatakan penuh dan tidak lagi menerima pemakaman baru. Pemerintah menerapkan model pemakaman tumpang sebagai solusi alternatif.

"TPU tersebut meliputi Tanjung Barat, Jagakarsa, Kampung Kongsi, Grogol Selatan, Kebagusan, Pisangan, Pejaten Timur, Pejaten Barat, dan Cikoko," kata Kepala Seksi Jalur dan Pemakaman Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan Arwin Adlin Barus saat dihubungi di Jakarta, Senin 20 Oktober 2025.

 

9 TPU di Jaksel Penuh Tak Lagi Terima Pemakaman Baru, Warga Diberi Pilihan Sistem Makam Tumpang

Petugas menyiapkan pemakaman pasien Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta, Rabu (15/4/2020). Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto menyampaikan per Rabu (15/4) jumlah pasien terkonfirmasi 5.136 dan meninggal 469 orang serta sembuh 446. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Arwin mengatakan sembilan dari 16 TPU di Jakarta Selatan itu kapasitasnya sudah habis, sehingga dialihkan ke TPU lainnya.

Berdasarkan data Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan, sejumlah TPU, seperti Menteng Pulo I, II, dan III, Jeruk Purut, Tanah Kusir, Cidodol, Kampung Kandang, Srengseng Sawah, dan Pasar Minggu telah terisi lebih dari 95 persen.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menyediakan layanan pemakaman untuk warga.

Maka dari itu, warga yang hendak melakukan pemakaman baru kini diarahkan ke salah satu opsi solusi, yakni menggunakan pemakaman tumpang dengan anggota keluarga yang sudah lebih dulu dimakamkan di TPU tersebut atau pemakaman baru di TPU lain yang masih memiliki ketersediaan petak walaupun sudah terbatas jumlahnya.

"Pemerintah Kota Jakarta Selatan menerapkan sistem pemakaman tumpang sebagai solusi utama mengatasi keterbatasan lahan TPU," tegas Arwin.

Dengan demikian, Pemerintah Kota Jakarta Selatan memastikan pengaturan dilakukan agar layanan pemakaman tetap berjalan. Kebijakan teknis pun diserahkan kepada pengelola TPU sesuai aturan daerah.

Infografis Prosesi Pemakaman Pangeran Philip. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya