IHSG Menghijau Awal Perdagangan 21 Oktober 2025, Sektor Saham Properti Cuan Gede

Pada perdagangan awal hari ini, IHSG berada di level tertinggi 8.184,26 dan level terendah 8.161,19.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 21 Oktober 2025, 09:15 WIB
Total frekuensi perdagangan saham di awal Selasa ini 250.458 kali dengan volume perdagangan 3,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 2,8 triliun. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak positif pada perdagangan Selasa ini, melanjutkan yang sudah dibukukan pada Senin kemarin.

Pada hari ini, Rabu (15/10/2025), indeks saham IHSG dibuka naik ke posisi 8.165,56 dari penutupan sebelumnya di angka 8.088.97.

Pada pukul 09.10 WIB, IHSG masih menghijau dengan naik 88,91 poin atau 1,07 persen ke level 8.174,80. Untuk indeks acuan LQ45 juga naik 1,74 persen ke posisi 810,15.

Pada perdagangan awal hari ini, IHSG berada di level tertinggi 8.184,26 dan level terendah 8.161,19. Sebanyak 332 saham menguat sehingga mendorong IHSG. Sedangkan 166 saham melemah dan 160 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 250.458 kali dengan volume perdagangan 3,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 2,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.570.

Sektor saham sebagian besar dizona hijau. Hanya dua yang tertekan yaitu Noncyclical dan teknologi.

Sektor saham properti membukukan kenaikan tertinggi sebesar 2,44 persen dan disusul sektor dasar dengan naik 1,44 persen.

IHSG Hari Ini 21 Oktober 2025 Diprediksi Menguat

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Selasa (21/10/2025). IHSG akan mencoba menguji level resistance kuat di 8.120.

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup naik 2,19% disertai dengan aksi beli saham oleh investor asing senilai Rp 657 miliar. Saham-saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing antara lain saham BBCA, ASII, TLKM, WIFI dan FILM.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman menuturkan, IHSG berpotensi tes resistance kuat di 8.120. “Tapi masih hati-hati jika kurang break di atas 8.120, IHSG masih berpotensi kembali koreksi,” kata dia.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.000-8.040 dan level resistance 8.120-8.150.

IHSG dalam Fase Konsolidasi

Hal tersebut buntut keputusan Beijing yang membalas kebijakan Donald Trump dengan kenaikan tarif sebesar 84 persen. (BAY ISMOYO/AFP)

Sementara itu, analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tasrul Tanar menuturkan, IHSG berpeluang menguat terbatas dengan fase konsolidasi. Secara level, IHSG berada di level resistance pertama di 8.083 dan level resistance kedua di 8.125. Sedangkan level support pertama di 7.992 dan level support kedua di 7.943.

“Selama bertahan di atas 7.943, potensi rebound menuju 8.257-8.278 masih ada tetapi penembusan di bawahnya bisa memicu koreksi 7.850-7.790,” kata dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya