Soal Pembagian Dividen Interim, Ini Bocoran Direktur Bank BCA

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjelaskan terkait pembagian Dividen Interim Perseroan. Direktur BCA, Vera Eve Lim, menyampaikan pembagian dividen interim sudah menjadi kebiasaan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 20 Oktober 2025, 19:16 WIB
Hubungi Halo BCA Bisnis di 1500777.

Liputan6.com, Jakarta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjelaskan terkait pembagian Dividen Interim Perseroan. Direktur BCA, Vera Eve Lim, menyampaikan pembagian dividen interim sudah menjadi kebiasaan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

“Pertanyaan terkait dengan dividen interim, setiap tahun sudah beberapa tahun terakhir BCA selalu membagikan dividen interim, biasanya itu di bulan Desember,” ujar Vera dalam konferensi pers Paparan Kinerja Q3 2025 PT Bank Central Asia (BBCA), Senin (20/10/2025).

Ia menambahkan, hingga saat ini perseroan belum menyampaikan secara resmi jadwal pembagian dividen tahun ini, namun tren di tahun-tahun sebelumnya menunjukkan pembagian dilakukan menjelang akhir tahun. 

“Kalau saya sampaikan itu dalam beberapa tahun terakhir ini memang kita selalu memberikan dividen interim sebelum akhir tahun,” jelasnya.

Terkait besaran rasio pembayaran dividen, Vera menuturkan bahwa tingkat pembagian dividen BCA tergolong tinggi dibandingkan dengan rata-rata industri perbankan, yaitu  di kisaran 68%.

Sebelumnya, bersama entitas anak mencatat pertumbuhan kredit sebesar 7,6% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 944 triliun hingga akhir September 2025. 

Kinerja ini ditopang oleh ekspansi kredit yang tetap berkualitas serta likuiditas yang terjaga. Sementara itu, total dana pihak ketiga (DPK) meningkat 7,0% YoY, dengan CASA menjadi sumber pendanaan utama. Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, laba bersih BCA dan entitas anak naik 5,7% YoY menjadi Rp 43,4 triliun.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Hendra Lembong, mengatakan terjaganya penyaluran kredit di berbagai sektor mencerminkan komitmen BCA dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. 

 

BCA Expo 2025

Kali ini, BCA mengucurkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) lebih dari Rp 160 miliar.

Ia menambahkan pelaksanaan BCA Expo 2025 yang diperpanjang hingga 31 Oktober menjadi salah satu upaya mendorong pembiayaan sekaligus memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Kredit korporasi tercatat menjadi penyumbang terbesar dengan kenaikan 10,4% YoY menjadi Rp 436,9 triliun per September 2025. Kredit komersial naik 5,7% YoY menjadi Rp 142,9 triliun, sedangkan kredit UKM tumbuh 7,7% YoY mencapai Rp 129,3 triliun. 

Untuk kredit konsumer, pertumbuhannya sebesar 3,3% YoY menjadi Rp223,6 triliun, dipicu oleh peningkatan KPR 6,4% YoY menjadi Rp 138,8 triliun. Pinjaman konsumer lain, terutama kartu kredit, tumbuh 6,9% YoY ke Rp 23,5 triliun.

 

Pilar Pendanaan

Gedung BCA (Dok: BCA)

CASA masih menjadi pilar utama pendanaan dengan porsi 83,8% dari total DPK dan tumbuh 9,1% YoY menjadi Rp 999 triliun. Peningkatan ini sejalan dengan frekuensi transaksi BCA yang melonjak 78% dalam tiga tahun terakhir.

Kualitas pembiayaan BCA tetap terjaga dengan rasio loan at risk (LAR) berada di level 5,5% pada kuartal III 2025, lebih baik dibanding 6,1% pada periode yang sama tahun lalu. Non-performing loan (NPL) terkendali di angka 2,1%. Cadangan untuk NPL dan LAR masing-masing berada di tingkat 166,6% dan 69,5%.

Kredit yang disalurkan ke sektor berkelanjutan meningkat 12,7% YoY mencapai Rp241 triliun atau 25,5% dari total portofolio pembiayaan. 

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya