Liputan6.com, Jakarta - Ranti menangis di hadapan Sarah, merasa kehilangan semua orang yang berarti dalam hidupnya. Dengan lembut, Sarah mencoba menenangkan Ranti, meyakinkannya bahwa dia masih memiliki dirinya. Beri Reza waktu untuk menenangkan diri, kata Sarah, mencoba memberikan harapan. Ranti merasa tak percaya bahwa Mirsa bisa merusak hubungan kekeluargaan mereka. Sarah pun mengakui bahwa dia juga merasa kesal dengan situasi ini.
Di tempat lain, Mirsa menerima panggilan video dan terkejut melihat wajah Aurel di layar. Dengan perasaan haru, Aurel mengucapkan terima kasih atas makanan yang diberikan oleh Mirsa dan Mande. Kenzo juga ikut menyampaikan rasa terima kasihnya, sementara Desi menyapa mereka dengan ramah.
Advertisement
Selesai bekerja, Ranti berjalan menuju jalan untuk menunggu taksi. Sambil menggerutu karena kepanasan, dia merasa frustrasi karena tidak lagi memiliki mobil—semua telah diambil oleh Reza. Dengan barang-barangnya yang terbungkus dalam kardus, tiba-tiba kardus itu robek dan isinya berserakan di jalan. Ranti berteriak kesal, merasa jengkel dengan keadaan yang menimpanya. Pandangannya tertuju pada satu arah, menatap dengan marah.
Amarah Rani Memuncak
Dari kejauhan, Ranti melihat Mirsa, dan amarahnya memuncak. Dengan tekad, dia mengepalkan tangan dan segera mencari taksi untuk mengikuti Mirsa yang sudah melaju dengan pickup-nya. Ranti tidak bisa menerima kenyataan bahwa Mirsa bisa tersenyum bahagia sementara dirinya menderita dan merasa hancur.
Di sisi lain, Reza sedang bersama beberapa rekan dan kliennya, mengunjungi lokasi outdoor untuk acara promosi bertema alam. Saat Desi menelepon, Reza menjauh sebentar dari kerumunan untuk menjawab. Betapa terkejutnya dia ketika Desi memberitahu bahwa Mirsa jatuh ke jurang.