Liputan6.com, Jakarta Suasana duka masih menyelimuti kediaman Olla Ramlan di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Tepat pada hari ketujuh kepergian sang ibunda, acara tahlilan digelar dengan khidmat dan dihadiri keluarga serta kerabat terdekat pada Sabtu (18/10/2025) malam.
Meski berusaha tegar, Olla Ramlan berbagi perasaannya yang masih dirundung kesedihan atas kepergian ibunda tercinta. Di sisi lain ia menyadari bahwa hidup harus terus berjalan meski kini terasa begitu berbeda.
Advertisement
"Nggak mau ngomong banyak ya, guys, makasih buat kalian semuanya yang sudah hadir. Ehm, apa namanya, enggak bisa ngomong banyak karena, yah, hati aku. Kita harus terima, cepat atau lambat semua harus tetap kembali kerja," ujar Olla Ramlan
"Masing-masing punya cara untuk healing, memproses, gitu. Yang saya sakit adalah, ya saya nggak berisik ya, tapi lucunya banyak komentar-komentar lucu di netizen gitu dan bisa mengarah ke sini, mengarah ke sini, gitu," Olla Ramlan menambahkan.
Olla menyayangkan ada pihak-pihak yang seolah lebih tahu tentang hidupnya dan membuat spekulasi liar. Bagi Olla, situasi ini menambah perih di hatinya yang masih berduka.
"Padahal ini kan hidup saya, saya yang sakit. Tapi ada komentar-komentar yang aneh. Ya sudah, saya cuma bisa berdoa buat kalian. Doa baik-baik akan kembali yang baik. Buat kalian yang mencela, menghujat, cuma InsyaAllah, Allah yang balas," tuturnya.
Benteng Pertahanan untuk Olla Ramlan
Bagi Olla, sosok ibunda bukan hanya orang tua, tetapi juga benteng pertahanan terkuat dalam hidupnya. Sang ibu merupakan tempatnya berkeluh kesah dan sumber kekuatan utama dalam menghadapi berbagai badai kehidupan.
"Ibu pastinya kan Insya Allah yang paling kita harapkan, tapi sudah nggak ada lagi di barisan aku gitu. Sekarang ya saya sebagai anak, ya sebisa mungkin untuk bisa berbakti gitu saja," kata Olla.
Kenangan manis bersama sang ibu kini menjadi penguat langkah Olla ke depan. Olla teringat betul salah satu pesan ibunya yang paling membekas, yang membuatnya selalu kuat menghadapi penilaian orang lain.
"Mama selalu bilang kalau misalnya doa ibu, kamu nggak peduli omongan orang selama ada ibu. Itu salah satu kenangan manis juga kan buat kamu," kenangnya.