Kasus Influenza A Meningkat, Puan Minta Pemerintah Perkuat Sistem Kesehatan dan Vaksinasi Kelompok Rentan

Puan mengingatkan pemerintah agar segera memperkuat sistem kesehatan nasional dan memperluas langkah pencegahan, termasuk melalui vaksinasi bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

oleh Nayla ShabrinaDiterbitkan 18 Oktober 2025, 17:31 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani (Liputan6.com/Nayla Shabrina)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti lonjakan kasus Influenza A yang tengah melanda Indonesia. Ia mengingatkan pemerintah agar segera memperkuat sistem kesehatan nasional dan memperluas langkah pencegahan, termasuk melalui vaksinasi bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

“Lonjakan kasus Influenza A ini menunjukkan bahwa kita tidak boleh lengah. Jika tidak ditangani serius, hal ini bisa membebani fasilitas kesehatan dan mengancam keselamatan masyarakat secara luas,” ujar Puan dalam keterangannya, Sabtu (18/10/2025).

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperingatkan potensi peningkatan kasus Influenza A, khususnya subtipe H3N2, yang kini mendominasi di kawasan Asia Tenggara. 

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) melalui sistem FluNet, sebagian besar kasus influenza di Indonesia berkaitan dengan varian H3N2.

Kendati belum ada rincian spesifik wilayah dengan kasus tertinggi di Tanah Air, tren serupa juga terlihat di negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Di Thailand, tercatat 61 kematian dari 702.308 kasus influenza sejak 1 Januari hingga 8 Oktober 2025.

Merespons hal tersebut, Puan menilai, peningkatan kasus ini harus disikapi dengan respons strategis dan terintegrasi oleh pemerintah. 

“Penguatan sistem kewaspadaan dini di seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, menjadi keharusan. Kita harus memastikan deteksi dan respons cepat agar penanganan dilakukan secara efektif dan tepat sasaran,” tegas mantan Menko PMK itu.

 

Sistem Kesehatan Nasional Harus Diperkuat

Ketua DPR, Puan Maharani di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (22/9/2025). (Foto: Liputan6.com/Delvira Hutabarat).

Selain kesiapan fasilitas kesehatan, Puan menekankan pentingnya edukasi publik tentang pencegahan penularan influenza. Ia mengimbau masyarakat untuk kembali disiplin menjaga protokol kesehatan sederhana, terutama di musim penularan penyakit pernapasan.

“Masyarakat harus terus diingatkan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, seperti memakai masker di tempat ramai, menjaga sirkulasi udara yang baik, serta melakukan vaksinasi influenza bila vaksin sudah tersedia,” kata cucu Bung Karno tersebut.

Puan juga menyoroti kelompok berisiko tinggi seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan penyakit penyerta, yang lebih rentan mengalami komplikasi serius akibat influenza A. 

“Maka sistem kesehatan nasional harus diperkuat agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat saat terinfeksi penyakit," ujarnya.

Ia mendorong agar vaksinasi influenza diberikan kepada kelompok rentan sebagai langkah pencegahan tambahan. “Pemerintah bisa memperkuat dengan vaksinasi flu kepada kelompok berisiko tinggi, seperti anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki penyakit bawaan,” imbau Puan.

 

Peringatan bagi Indonesia

Menurut data klinis, influenza A menjadi penyebab dominan pasien dewasa dirawat karena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dengan rata-rata lama rawat 9 hingga 10 hari—lebih lama dibandingkan infeksi virus lainnya. Kasus berat juga sering disertai komplikasi seperti pneumonia sekunder.

Maka dari itu, Puan menegaskan, peningkatan kasus influenza di Indonesia dan negara tetangga harus menjadi peringatan agar sistem kesehatan nasional lebih tangguh. 

“Meningkatnya kasus influenza di Indonesia, dan termasuk tren di negara tetangga harus menjadi peringatan bagi Indonesia untuk memperkuat sistem surveilans dan sigapnya fasilitas kesehatan di seluruh daerah,” tuturnya.

 

Sinergi Antar Lembaga

Selain memperbaiki layanan medis, Puan juga mendorong sinergi antar lembaga pemerintah pusat dan daerah untuk mengatasi faktor risiko lingkungan seperti polusi udara dan kepadatan hunian yang mempercepat penyebaran virus.

“Peningkatan kasus Influenza A ini menjadi pengingat penting bahwa kita harus terus berinvestasi dalam ketahanan sistem kesehatan nasional," sebut Puan.

"Sistem kesehatan kita harus siap menghadapi penyakit musiman seperti influenza yang sering dianggap ringan, tapi sebenarnya bisa berdampak serius jika diabaikan," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya