Pertamina Geber Proyek CEOR Minas untuk Tingkatkan Produksi Minyak Blok Rokan

Saat ini Pertamina Hulu Rokan tengah melakukan peremajaan fasilitas dan persiapan lainnya untuk memuluskan proyek CEOR Minas Blok Rokan yang diharapkan rampung di akhir 2025.

oleh Tim BisnisDiterbitkan 18 Oktober 2025, 14:00 WIB
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengembangkan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) Minas Stage-1 di sumur tua Blok Minas Provinsi Riau. (merdeka.com/Didi Syafirdi)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus melakukan inovasi dalam upaya untuk meningkatkan produksi minyak di blok minyak dan gas (migas) Rokan, Provinsi Riau. Teranyar, Pertamina Hulu Rokan menjalankan proyek pengembangan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) Minas Stage-1.

Teknologi ini dilakukan di sumur-sumur mature (tua) di Lapangan Minas untuk mendorong peningkatan produksi minyak secara signifikan. Lapangan Minas sendiri menghasilkan Sumatra Light Crude, yaitu minyak mentah ringan dengan kadar logam dan belerang rendah.

Sr. Engineer Petroleum Pertamina Hulu Rokan Kaisar Agus Dely Putra mengatakan, saat ini PHR tengah melakukan peremajaan fasilitas dan persiapan lainnya untuk memuluskan proyek CEOR yang diharapkan rampung di akhir tahun 2025.

"Penambahan produksi minyak diperkirakan baru mulai terlihat sekitar Juni 2026, atau 6 bulan sejak injeksi kimia dilakukan," ujar Kaisar, dikutip Sabtu (18/10/2025).

Kaisar menambahkan, dengan metode CEOR, diproyeksikan penambahan produksi minyak di Lapangan Minas bisa mencapai 2.800 barel per hari (bph). Hal ini akan mendorong peningkatan produksi minyak di Zona Rokan sebagai salah satu tulang punggung ketahanan energi nasional.

 

Angkat Sisa Minyak

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengembangkan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) Minas Stage-1 di sumur tua Blok Minas Provinsi Riau. (merdeka.com/Didi Syafirdi)

PHR, imbuh Kaisar, menjalankan teknologi EOR (Enhanced Oil Recovery) untuk mengangkat minyak yang tersisa di dalam reservoir yang tidak bisa diproduksikan secara primary dan secondary recovery. Potensi peningkatan produksi dengan metode ini masih sangat besar.

"Proses EOR bisa mengangkat sekitar 16% dari minyak yang ada di dalam reservoir. Dibutuhkanlah teknologi yang disebut CEOR," tandas Kaisar.

Kaisar menambahkan, metode CEOR dilakukan dengan injeksi bahan kimia yakni alkali, surfaktan, dan polimer. Injeksi bahan kimia ini juga disebut pengurasan minyak tahap lanjut. Cairan kimia ini akan membersihkan batuan yang berada di bawah reservoir sehingga minyak terangkat.

Diketahui, Lapangan Minas memiliki luas 204,37 km persegi, dengan jumlah sumur mencapai 1.982 dan sumur aktif sebanyak 1.243 sumur. Rerata produksi harian Lapangan Minas di tahun 2025 mencapai 29 ribu barel per hari.

 

Dikirim ke Dumai

Seluruh hasil produksi minyak di Zona Rokan dari lapangan akan dipompakan melalui sistem jaringan pipa menuju tangki penyimpanan di Hydrocarbon Transportation (HCT) Crude Oil Terminal Operation Center di Kota Dumai, untuk selanjutnya didistribusikan ke Kilang Pertamina Dumai melalui pipa maupun melalui kapal tanker ke kilang Pertamina lainnya.

Reporter: Didi Syafirdi/merdeka.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya