Liputan6.com, Jakarta Koperasi Desa Merah Putih Jenetallasa di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan menjadi salah satu contoh nyata semangat gotong royong warga dalam membangun kemandirian ekonomi di tingkat desa. Berawal dari rapat sederhana yang digelar Pemerintah Desa Jenetallasa, koperasi ini kini berkembang menjadi wadah ekonomi produktif dengan lebih dari 245 anggota aktif.
Ketua Koperasi Merah Putih Jenetalasa Yulianti menceritakan, pembentukan koperasi ini bermula dari inisiatif Pemerintah Desa bersama Dinas Koperasi Kabupaten Gowa. Dalam pertemuan itu, dibentuklah kepengurusan dan dilakukan perekrutan anggota dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan tokoh masyarakat.
Advertisement
"Awalnya anggota kami hanya para pengurus dan beberapa tokoh masyarakat. Alhamdulillah, sekarang jumlahnya sudah mencapai 245 orang berdasarkan pembaruan terakhir," kata Yulianti kepada Liputan6.com, Kamis (16/10/2025).
Setelah resmi terbentuk, koperasi ini sempat mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Kunjungan Kementerian Koordinator Bidang Pangan menjadi momentum penting yang mendorong koperasi untuk segera membuka kantor dan memulai kegiatan usaha.
“Beliau menantang kami, bisa tidak dalam waktu seminggu membuka gerai toko koperasi. Malam itu juga kami rapat dengan para pendiri dan langsung bergerak," dia menceritakan.
Dengan modal seadanya, para pengurus dan pendiri koperasi kemudian bergotong royong membuka gerai sembako kecil. Usaha itu kini berkembang menjadi beberapa unit usaha, termasuk penjualan tabung Elpiji 3 kilogram dan toko obat sederhana.
Meski seluruh kegiatan masih dijalankan secara swadaya tanpa gaji tetap, semangat pengurus tak surut. Yulianti mengatakan, hingga saat ini mereka belum menerima bantuan modal dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) seperti yang dijanjikan, namun tetap berkomitmen menjalankan program sesuai amanat pemerintah.
"Kami ingin koperasi ini benar-benar bisa membantu ketahanan pangan desa dan mengurangi ketergantungan warga pada tengkulak atau pinjaman online," tegasnya.
Jadi Lokasi Studi Banding
Kinerja Koperasi Merah Putih Jenetallasa tak luput dari perhatian pemerintah daerah dan pusat. Beberapa kali koperasi ini dijadikan lokasi studi banding, bahkan mendapat kunjungan dari berbagai daerah dan lembaga.
"Kunjungan dari berbagai pihak menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus beraksi di lapangan. Beberapa waktu lalu dua bus rombongan Wakil Bupati Majene ke sini untuk studi banding," ungkapnya.
Ia menuturkan, harapan terbesar para pengurus saat ini adalah agar koperasi mendapat dukungan nyata dari pemerintah, khususnya dalam hal pendampingan profesional dan pencairan dana bantuan modal.
"Kalau dana bantuan bisa segera dicairkan, kami bisa menyalurkan pinjaman dengan bunga rendah kepada warga. Itu akan sangat membantu masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang sulit," harapnya.
Apalagi, dari tujuh jenis usaha yang direncanakan, tiga di antaranya kini sudah aktif dijalankan, yaitu gerai sembako, penjualan gas Elpiji 3 kilogram, dan apotek kecil. Sementara dua unit usaha lainnya, yakni pergudangan dan apotek desa, masih dalam tahap kemitraan dengan pihak ketiga.
"Kami yakin, dengan tambahan modal dan pendampingan yang tepat, koperasi ini bisa tumbuh lebih cepat dan mandiri," pungkasnya.