Menkeu Purbaya Pede IHSG Tembus 9.000 Akhir 2025

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menanggapi mengenai IHSG yang merosot pada Jumat, (17/10/2025).

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 17 Oktober 2025, 21:59 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bertemu Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Rabu (15/10/2025). (Liputan6.com/Tira)  

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa percaya diri Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa tembus ke level 9.000. Syaratnya, fondasi ekonomi perlu diperkuat.

Dia mengagakan, IHSG bisa naik ke level tersebut dengan syarat fundamental yang kuat. Faktor pendorongnya adalah dampak positif dari program yang akan dijalankannya.

"Akhir tahun bisa 9.000, enggak terlalu sulit. Setelah mereka tahu program yang saya jalankan betul-betul dijalankan dengan benar, fondasi ekonomi akan berubah," kata Menkeu Purbaya di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Jumat (17/10/2025).

Jika kondisi ekonomi itu terjaga konsisten, dia memprediksi IHSG bisa melambung berkali lipat dalam 10 tahun kedepan.

Dia turut merespons IHSG yang terkoreksi 2,57 persen menjadi 7.915,65 pada penutupan perdagangan, Jumat pekan ini. Menurut dia, kondisi ini memberi sinyal bagi investor untuk memborong.

"Saya pikir kayak gini.Yang anda lihat adalah fondasi ekonomi seperti apa ke depan. Kita lagi betulin fondasinya secara serius. Ini akan merubah profile ekonomi ke depan.Kalau investor tahu, nggak usah takut. Good time to buy," bebernya.

 

IHSG Anjlok

Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Diberitakan sebelumnya, Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam pada perdagangan saham Jumat (17/10/2025). Seluruh sektor saham kompak tertekan.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup anjlok 2,57% ke posisi 7.915,65. Indeks LQ45 terpangkas 0,98% ke posisi 772,34. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.140,59 dan level terendah 7.854,30. Sebanyak 598 saham memerah sehingga menekan IHSG. 116 saham menguat dan 94 saham diam di tempat.

Transaksi Harian Saham

Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Pada hari ini, IHSG melemah pada penutupan sesi pertama menyusul perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Total frekuensi perdagangan 2.682.374 kali dengan volume perdagangan saham 40,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 28,6 triliun. 

Transaksi saham yang signifikan ini juga tak lepas dari transaksi saham CASA yang signifikan di pasar negosiasi. Transaksi harian saham CASA mencapai Rp 2,8 triliun. Saham CASA ditransaksikan sebanyak empat kali dengan harga saham Rp 1.050 per saham. Total volume perdagangan saham tercatat 26.719.000 saham. Harga saham CASA berada di level tertinggi Rp 1.035 dan terendah Rp 1.050 per saham. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.576.

Saham Energi Merosot

Seluruh sektor saham merosot. Sektor saham teknologi susut 5,25%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi turun 5,02%, sektor saham transportasi melemah 4,18%, sektor saham infrastruktur terpangkas 3,41%. Lalu sektor saham basic turun 2,36%, sektor saham industri merosot 2,42%, sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 2,27%.

Selanjutnya sektor saham siklikal terpangkas 2,61%, sektor saham kesehatan melemah 0,07%, sektor saham keuangan terperosok 0,89%, sektor saham properti turun 0,26%.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya