Manchester United Dinilai Salah Besar Lepas Rasmus Hojlund dan Datangkan Benjamin Sesko

Legenda Manchester United, Peter Schmeichel, menyoroti kebijakan transfer klub pada musim panas lalu. Ia menilai keputusan mendatangkan Benjamin Sesko dan melepas Rasmus Hojlund adalah langkah yang keliru.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 16 Oktober 2025, 19:55 WIB
Pemain Manchester United, Rasmus Hojlund melakukan selebrasi setelah mencetak gol kemenangan timnya atas Brentford pada laga lanjutan Liga Inggris di Old Trafford, Manchester, Inggris, Sabtu (19/10/2024). (AFP/Oli Scarff)

Liputan6.com, Jakarta Legenda Manchester United, Peter Schmeichel, menyoroti kebijakan transfer klub pada musim panas lalu. Ia menilai keputusan mendatangkan Benjamin Sesko dan melepas Rasmus Hojlund adalah langkah yang keliru.

Sesko bergabung dari RB Leipzig ke Old Trafford pada Agustus dengan nilai transfer mencapai £66,26 juta ditambah bonus £7,36 juta. Meski sempat kesulitan di awal, penyerang asal Slovenia itu kini mulai menunjukkan peningkatan performa dengan mencetak gol dalam dua laga terakhir.

Di sisi lain, Hojlund dipinjamkan ke Napoli dengan klausul pembelian wajib jika klub Italia itu lolos ke Liga Champions. Striker Denmark tersebut langsung tampil tajam dengan empat gol dalam enam laga awal bersama Kevin De Bruyne di lini depan.

Schmeichel menganggap keputusan tersebut tidak logis karena Hojlund sebenarnya hanya membutuhkan dukungan dari rekan-rekannya di lapangan. Ia menilai United seharusnya fokus memperbaiki lini lain yang lebih mendesak ketimbang menambah penyerang baru.


Keputusan yang Aneh dan Tidak Diperlukan

Selebrasi Rasmus Hojlund usai mencetak gol di laga Napoli vs Genoa di pekan ke-6 Serie A 2025/2026 di Stadio Diego Armando Maradona, Minggu (05/10/2025) malam WIB. (Alessandro Garofalo/LaPresse via AP)

Peter Schmeichel menyebut transfer Sesko merupakan langkah aneh yang tidak memperbaiki masalah utama tim. Ia merasa Manchester United tidak memberi kesempatan cukup bagi Hojlund untuk berkembang di bawah dukungan pemain kreatif yang tepat.

Menurutnya, masalah performa Hojlund di musim lalu bukan karena kualitas sang pemain, melainkan karena minimnya suplai bola dari lini tengah. Kini, saat bermain bersama De Bruyne di Napoli, striker muda itu terbukti tajam dan efektif di depan gawang.

“Perekrutan Benjamin Sesko terasa aneh bagi saya karena klub sebenarnya sudah punya Rasmus Hojlund, yang selama dua tahun kekurangan suplai bola,” ujarnya kepada BBC Podcast Sacked in the Morning.

“Cukup lihat saja apa yang dia lakukan di Napoli bersama Kevin De Bruyne dan Scott McTominay — dia mencetak gol. Saya sudah bilang sejak dua setengah tahun lalu, Rasmus Hojlund bisa menjadi striker dengan 25 gol per musim untuk Manchester United, asal dia mendapat dukungan yang layak,” lanjutnya.


Fokus Utama Klub Harusnya Berbeda

Benjamin Sesko dari Manchester United menyapa para penggemar selama pertandingan Premier League antara Manchester United dan Arsenal di Stadion Old Trafford di Manchester, Inggris, Minggu, 17 Agustus 2025. (Foto AP/Dave Thompson)

Schmeichel menilai ada area lain yang seharusnya lebih diprioritaskan Manchester United daripada menambah penyerang. Ia menyoroti posisi gelandang bertahan dan penjaga gawang sebagai dua sektor paling mendesak untuk diperbaiki.

Lanjut Baca:

Menurutnya, performa tim banyak terganggu oleh kesalahan individu di sektor pertahanan, terutama dari kiper. Ia menegaskan bahwa pada masa kejayaannya, kiper Manchester United justru menjadi penyelamat yang mampu mengamankan banyak poin setiap musim. “Kami melepas Hojlund hanya karena statistik golnya musim lalu sedikit, lalu mendatangkan Sesko di saat yang bersamaan dengan kehadiran Matheus Cunha dan Bryan Mbuemo — padahal dua pemain itu bisa memberi suplai bola yang baik untuk Hojlund,” jelasnya. “Kami menghabiskan lebih dari £70 juta untuk Sesko, padahal kami belum punya gelandang bertahan yang seharusnya ada, dan posisi penjaga gawang juga bermasalah. Musim ini saja kami sudah kebobolan sembilan gol akibat kesalahan kiper,” tambahnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya