Agar Ban Mobil Tak Cepat Botak, Ini Jadwal Perawatan yang Wajib Diketahui

Ban mobil adalah satu-satunya komponen kendaraan yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan. Namun sayangnya, banyak pemilik kendaraan yang sering abai dalam merawatnya.

oleh Septian PamungkasDiterbitkan 17 Oktober 2025, 08:06 WIB
Ilustrasi perawatan ban mobil.

Liputan6.com, Jakarta - Ban mobil adalah satu-satunya komponen kendaraan yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan. Namun sayangnya, banyak pemilik kendaraan yang sering abai dalam merawatnya. Padahal, kondisi ban yang tidak prima bisa berdampak pada keselamatan berkendara.

Salah satu masalah yang kerap terjadi adalah keausan telapak ban yang tidak merata. Meskipun secara kasat mata ban terlihat masih layak pakai, nyatanya bagian tertentu bisa saja sudah mengalami keausan signifikan.

Keausan semacam ini bisa membuat daya cengkeram ban menurun drastis, dan dalam kondisi tertentu bisa menyebabkan kecelakaan, seperti aquaplaning saat melintasi genangan air.

Untuk menghindari hal tersebut, rotasi ban menjadi salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan secara berkala. Tujuannya agar keausan ban bisa merata dan umur pakai ban jadi lebih panjang.

Umumnya, ban depan lebih cepat aus dibanding ban belakang. Hal ini disebabkan oleh beban pengereman yang mayoritas ditanggung roda depan, serta pada mobil berpenggerak roda depan (FWD), ban depan juga menanggung tugas menyalurkan tenaga sekaligus melakukan manuver saat berbelok.

Dilansir dari keterangan resmi Auto2000, cara melakukan rotasi ban ternyata tak bisa sembarangan dan harus disesuaikan dengan jenis ban yang digunakan.

Untuk ban Bias (Non-directional), rotasi bisa dilakukan dengan metode menyilang (cross rotation). Misalnya, ban depan kanan ditukar dengan ban belakang kiri, dan sebaliknya.

Sedangkan ban Radial (Directional) memiliki arah putar tertentu yang tidak boleh dibalik. Jika dipaksakan, alur ban akan berputar ke arah yang salah, membuat ban berisik, traksi menurun, dan tidak efektif saat membuang air.

Rotasi cukup dilakukan secara sejajar, yakni antara ban depan dan belakang di sisi yang sama, seperti depan kiri dengan belakang kiri.

Beberapa mobil dilengkapi dengan ban serep full size yang bisa ikut dalam rotasi ban. Caranya pun tak kalah penting untuk diperhatikan.

Sebagai contoh, pada mobil dengan ban bias, ban serep bisa menggantikan posisi ban belakang kanan. Selanjutnya, ban belakang kanan dipindah ke posisi depan kiri.

Untuk ban radial, pola rotasi harus tetap memperhatikan arah putaran, sehingga posisi ban serep akan menyesuaikan, misalnya ke depan kanan terlebih dahulu.

Pada rotasi berikutnya, ban serep bisa menggantikan posisi ban belakang kiri, dan seterusnya, mengikuti pola rotasi sesuai jenis ban.

Spooring dan Balancing Juga Tidak Kalah Penting

Selain rotasi, pemilik kendaraan juga wajib melakukan spooring dan balancing secara berkala.

Spooring sendiri merupakan proses penyetelan ulang sudut roda agar kembali ke posisi semula. Jika dibiarkan, penyimpangan sudut roda bisa menyebabkan mobil susah dikendalikan dan ban aus tidak merata.

Sementara Balancing bertujuan menyeimbangkan putaran roda agar tidak terjadi getaran saat mobil melaju. Ban yang tidak seimbang bisa menyebabkan kenyamanan terganggu dan mempercepat keausan.

Rotasi ban idealnya dilakukan setiap 10.000 km atau mengikuti rekomendasi pabrikan.

Sementara spooring dan balancing sebaiknya dilakukan saat mobil terasa tidak stabil, setir bergetar, atau setelah melewati benturan keras seperti lubang besar atau polisi tidur yang tinggi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya