Liputan6.com, Jakarta - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Realestat Indonesia (REI) mengungkapkan bahwa realisasi investasi sektor properti nasional telah mencapai Rp75 triliun sepanjang semester pertama 2025.
Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto, menyebut kondisi ini menunjukkan tren positif dan menjadi sinyal bahwa bisnis properti mulai kembali bergairah.
Advertisement
“Dengan capaian ini, kami optimistis sektor real estate akan terus terakselerasi pada paruh kedua tahun 2025,” ujar Joko dalam keterangan tertulis, Kamis (16/10/2025).
Selaras dengan itu, bisnis pasar real estate tumbuh 3,71% pada periode Januari–Juni 2025, sementara sektor konstruksi naik 4,98%. Dukungan perbankan juga tercermin dari peningkatan kredit properti sebesar 7,62% hingga Juli 2025.
REI menilai bahwa kombinasi antara investasi, pertumbuhan pasar, dan dukungan pembiayaan perbankan menjadi bukti kuat bahwa sektor properti masih menjadi penggerak penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Momentum positif ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperluas lapangan kerja di sektor konstruksi dan perumahan.
Lippo Karawaci Dukung Akselerasi Pasar Properti Nasional
Menyambut optimisme pasar, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)—platform real estate dan layanan kesehatan terkemuka—menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan hunian yang relevan dengan berbagai segmen masyarakat melalui LippoLand.
Proyek-proyek andalan seperti Cendana Suites, The Hive Series, Q Livin, Blackslate Homes, Belmont Homes, Bentley Homes, dan The Allegra tersebar di kawasan unggulan seperti Park Serpong, Lippo Karawaci, Lippo Cikarang Cosmopolis, hingga Tanjung Bunga Makassar.
CEO Grup Lippo Indonesia, John Riady, mengatakan, “Meski ekonomi global penuh tantangan, kinerja perusahaan tetap solid. Hingga paruh pertama 2025, LPKR telah mencapai 40% dari target pra-penjualan Rp6,25 triliun.”
Menurutnya, capaian ini menunjukkan minat masyarakat terhadap properti tetap tinggi dan kepercayaan konsumen terhadap kualitas serta ketepatan waktu serah terima unit masih sangat kuat.
LippoLand Optimistis Prospek Properti Indonesia Tetap Cerah
Kinerja solid LPKR juga tercermin dari pendapatan sektor real estate yang melonjak 51% secara tahunan (YoY) menjadi Rp3,46 triliun, didorong serah terima unit hunian tapak, vertikal, dan komersial di berbagai proyek. Sementara EBITDA yang stabil di Rp526 miliar menandakan ketepatan penyelesaian proyek dan efisiensi pengelolaan.
Perusahaan memiliki fondasi pertumbuhan kuat dengan cadangan lahan strategis seluas 370 hektar di Lippo Village, 485 hektar di Lippo Cikarang Cosmopolis, 342 hektar di Tanjung Bunga Makassar, serta 165 hektar di lokasi potensial lainnya.
Dengan semangat optimisme, LPKR melalui LippoLand akan terus memantau dinamika global dan mengelola risiko secara proaktif. “Kami yakin pasar properti Indonesia memiliki prospek cerah, terutama dengan dorongan generasi muda yang menjadi motor pertumbuhan masa depan,” tegas John Riady.