Dukungan Suporter Manchester United kepada Ruben Amorim Patut Diacungi Jempol

Sam Allardyce mengungkapkan pandangannya mengenai cara fans Manchester United memperlakukan Ruben Amorim. Ia menilai dukungan yang diberikan para suporter patut diapresiasi di tengah hasil yang belum konsisten.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 15 Oktober 2025, 19:42 WIB
Manajer Manchester United (MU), Ruben Amorim. (Darren Staples / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Sam Allardyce mengungkapkan pandangannya mengenai cara fans Manchester United memperlakukan Ruben Amorim. Ia menilai dukungan yang diberikan para suporter patut diapresiasi di tengah hasil yang belum konsisten.

Amorim kini tengah berjuang mempertahankan posisinya setelah awal musim yang naik turun. Manchester United duduk di peringkat ke-10 klasemen dengan tiga kekalahan dari tujuh laga.

Mantan pelatih West Ham dan Inggris itu menilai situasi Amorim berbeda dari era Sir Alex Ferguson. Tekanan besar usai kekalahan kini tidak lagi sekuat dulu ketika Ferguson masih memimpin.

“Semua orang tahu hubungan saya dengan Sir Alex, dan saya sering membicarakannya,” kata Allardyce dalam podcast No Tippy Tappy Football. “Ia pernah bilang, Sam, kamu tidak akan percaya tekanan yang datang setelah kalah dua kali beruntun.”


Allardyce Nilai Tekanan di Old Trafford Telah Berubah

Pelatih Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim (kanan), menyaksikan penyerang Manchester United asal Belanda #11, Joshua Zirkzee (kiri), meninggalkan lapangan setelah digantikan oleh gelandang Manchester United asal Inggris #37, Kobbie Mainoo, selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Newcastle United di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, Selasa dini hari WIB (31-12-2024). (Darren Staples/AFP)

Allardyce menjelaskan bahwa suasana di Manchester United kini lebih tenang meski tim sering menelan kekalahan. Menurutnya, perubahan situasi itu juga membuat fans bisa lebih sabar terhadap pelatih baru seperti Amorim.

Ia menyebut tekanan besar yang dulu dirasakan Ferguson kini tidak lagi terasa sama di klub tersebut. Hal itu membuat Amorim punya ruang lebih luas untuk bekerja dan beradaptasi dengan tim.

“Sekarang tekanan itu sudah agak berkurang,” ujar Allardyce. “Karena sudah berlangsung cukup lama, kini mereka bisa kalah dua kali berturut-turut dan tidak terlalu jadi masalah besar.”

“Jadi, tekanan di Manchester United kini tidak seperti dulu lagi,” lanjutnya. “Namun, saya harus jujur mengatakan, para fans benar-benar luar biasa mendukung Amorim.”


Fans Dinilai Jadi Kekuatan Utama Amorim

Skuad asuhan Ruben Amorim harus menerima kekalahan 0-1 dalam laga perdana mereka di Liga Inggris musim 2025/2026. (AP Photo/Dave Thompson)

Lebih lanjut, Allardyce menilai dukungan fans menjadi salah satu alasan Amorim masih mendapat kepercayaan penuh dari klub. Ia menyebut para pendukung United tetap datang memenuhi stadion dan memberi semangat meski hasil tim belum stabil.

Suporter disebut menunjukkan komitmen kuat untuk berdiri di belakang pelatih asal Portugal itu. Mereka juga diyakini menjadi faktor penting dalam menjaga atmosfer positif di Old Trafford.

“Saya pikir dia beruntung karena para fans tetap setia,” tutur Allardyce. “Ketika saya datang ke stadion dan mereka menang melawan Chelsea, suasananya luar biasa — stadion penuh dan mereka mendukung tim sepenuhnya.”

“Memang ada sedikit sorakan saat kalah, tapi tidak sebanyak yang saya bayangkan,” tambahnya. “Fans Manchester United benar-benar menunjukkan sikap yang matang.”


Laga Kontra Liverpool Jadi Ujian Berat untuk Amorim

Gol kemenangan dicetak oleh gol cepat Alejandro Garnacho saat pertandingan baru berjalan 49 detik, lalu diikuti dua gol Rasmus Hojlund. (AFP/Oli Scarff)

Ruben Amorim kini mendekati satu tahun masa kepemimpinannya di Old Trafford. Namun, hingga kini ia belum pernah mencatat kemenangan beruntun di Premier League.

Kemenangan 2-0 atas Sunderland sebelum jeda internasional sempat meredakan tekanan yang mengarah kepadanya. Namun, tantangan sesungguhnya menanti saat United bertandang ke markas Liverpool.

Jika Amorim mampu membawa tim menang di Anfield, hal itu bisa menjadi titik balik musim ini. Kemenangan tersebut akan menunjukkan bahwa timnya mampu bersaing dengan klub besar lainnya.

Namun, jika kalah, posisinya bisa kembali terancam. Kekalahan di laga tersebut juga bisa menambah tekanan saat United menghadapi Brighton pada pertandingan berikutnya.

Sumber: United in Focus


Posisi MU di Klasemen Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya