63 Jenazah Korban Ponpes Al Khoziny Roboh Berhasil Dikenali, Operasi DVI Resmi Ditutup

Identifikasi ini menjadi pertanda bahwa seluruh korban yang berjumlah 63 orang sudah terindentifikasi seluruhnya dan proses identifikasi secara resmi ditutup.

oleh Dian KurniawanDiterbitkan 15 Oktober 2025, 19:26 WIB
Tim DVI korban ponpes al khoziny roboh (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Sidoarjo - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur, kembali berhasil mengidentifikasi lima jenazah korban ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

Identifikasi ini menjadi pertanda bahwa seluruh korban yang berjumlah 63 orang sudah terindentifikasi seluruhnya dan proses identifikasi secara resmi ditutup.

“Hari ini, tim DVI Polda Jatim telah berhasil melaksanakan identifikasi terhadap lima kantong jenazah. Seluruhnya cocok dengan lima nomor ante mortem yang dilaporkan oleh keluarga,” ujar Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jatim, Kombes Pol M. Khusnan Marzuki, Selasa (15/10).

Dengan tambahan lima identifikasi ini, seluruh 63 korban yang dilaporkan hilang telah berhasil diidentifikasi dari total 67 kantong jenazah yang diterima oleh tim DVI Polda Jatim.

“Sampai hari ini, seluruh korban yang dilaporkan hilang sudah teridentifikasi. Total 63 orang telah diketahui identitasnya,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa operasi DVI dinyatakan selesai dan resmi ditutup setelah seluruh proses identifikasi tuntas dilakukan.

“Sudah selesai semuanya karena malam ini seluruh jenazah akan kami serahkan ke keluarga masing-masing sesuai dengan identitas yang telah terverifikasi,” ujarnya.

Khusnan mengungkapkan, keberhasilan identifikasi seluruh korban dalam waktu relatif singkat tidak lepas dari kerja sama solid berbagai pihak.

“Kami bekerja dengan tim yang solid, didukung oleh Persatuan Dokter Forensik Indonesia, tim identifikasi, serta laboratorium DNA Pusdokkes Polri. Semua bekerja maksimal, tanpa waktu yang terbuang sia-sia,” ucapnya.

Ia menyebut tim DVI bekerja selama 24 jam penuh dalam beberapa hari pertama sejak proses identifikasi dimulai, sehingga hasilnya dapat lebih cepat dari perkiraan semula.

Menjawab pertanyaan mengenai kondisi jenazah, Khusnan menyebut seluruh kantong jenazah yang dikirimkan ke tim DVI telah teridentifikasi secara lengkap.

“Semua teridentifikasi melalui kombinasi data DNA, medis, dan properti. Tidak ada potongan tubuh yang belum teridentifikasi,” ujarnya. 

 

5 Korban Terakhir

Keputusan ini diambil setelah tidak ditemukannya lagi korban di antara puing-puing yang telah diratakan dengan tanah. (JUNI KRISWANTO/AFP)

Di akhir pernyataannya, Khusnan menyampaikan rasa duka cita mendalam atas wafatnya para santri korban kecelakaan tersebut.

“Kami turut berduka cita atas adik-adik santri yang menjadi korban. Semoga amal ibadah mereka diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ucapnya.

Ia juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung operasi DVI hingga berhasil menuntaskan proses identifikasi dengan baik.

“Operasi ini bisa berjalan lancar berkat dukungan semua pihak. Semoga menjadi amal ibadah bagi kita semua,” ujarnya.

Berikut ini data korban terakhir yang telah berhasil diidentifikasi:

- Sholihan (17) warga Dusun Konyek, Alas Rajah, Blega, Bangkalan, Jawa Timur

- Raihan Rafa Aldiyansyah (14) warga Dusun Langgar, Banyoneng Laok, Geger, Bangkalan, Jawa Timur.

- Fairuz Shirojuddin (16) warga Jalan Singajaya RT 001 RW 001, Singopadu, Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur

- Moch. Defa Sharifuddin (17) warga Dusun Kaligede RT 001 RW 001, Ngadipiro, Wilangan, Nganjuk, Jawa Timur

- Zaky (12) warga Planggaran Timur, Lepelle, Robatal, Sampang, Jawa Timur.

 

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya