Maskapai Ini Dinobatkan Punya Kelas Ekonomi Terbaik Berkat Kenyamanan Kursi dan Makanan Sekelas Restoran Michelin

Sayang, tidak ada wakil Indonesia dalam daftar maskapai dengan kelas ekonomi terbaik di dunia pada 2025.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 17 Oktober 2025, 09:00 WIB
Pesawat Cathay Pacific di Bandara Internasional Hong Kong di Hong Kong pada 28 Desember 2022. (PHILIP FONG / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Cathay Pacific Airways dinobatkan sebagai maskapai dengan kelas ekonomi terbaik di dunia, menurut Skytrax World Airline Awards. Maskapai ini juga menempati posisi teratas untuk hiburan dalam pesawat terbaik dan menduduki peringkat ketiga maskapai terbaik di dunia.

"Penghargaan ini menggarisbawahi komitmen teguh kami untuk memberikan layanan luar biasa dan meningkatkan pengalaman pelanggan di setiap aspek perjalanan mereka," ujar CEO Cathay Pacific, Ronald Lam, melansir Travel + Leisure, Rabu, 15 Oktober 2025.

Pada pesawat Boeing 777-300ER, kursi kelas ekonomi Cathay Pacific dilengkapi sandaran kepala yang dapat disesuaikan, rak khusus untuk menaruh ponsel dan perangkat kecil lain setinggi mata untuk dilihat secara pribadi, serta layar pribadi tempat penumpang dapat memasangkan headphone, bahkan memeriksa keterisian toilet.

Para pelancong juga disuguhi menu lezat dalam penerbangan yang dirancang bersama restoran Michelin Star, lengkap dengan egg tart Hong Kong yang terkenal. Cathay Pacific diikuti Qatar Airways, Singapore Airlines, ANA All Nippon Airways, dan Japan Airways yang melengkapi lima besar daftar maskapai dengan kelas ekonomi terbaik.

Tidak ada wakil Indonesia di list tersebut. Selain jadi runner-up untuk kelas ekonomi terbaik, Qatar Airways meraih gelar maskapai penerbangan terbaik dunia untuk kesembilan kalinya.

CEO Qatar Airways Group, Badr Mohammed Al-Meer, berkata, "Penghargaan ini menegaskan kembali ambisi kami untuk tidak hanya memimpin, tapi juga mendefinisikan ulang arti layanan luar biasa dalam penerbangan."

 

Maskapai Penerbangan Tingkatkan Layanan

Ilustrasi penerbangan Qatar Airways. (AP)

Al-Meer menyambung, "Baik di darat maupun di udara, kami berupaya menghadirkan perjalanan yang mulus dan berkualitas tinggi yang mengantisipasi kebutuhan penumpang kami dan mencerminkan standar kualitas, kenyamanan, dan inovasi tertinggi."

Fokus pada peningkatan kenyamanan kabin ekonomi muncul seiring maskapai-maskapai besar mendandani pesawat mereka untuk menarik minat para pelancong. Awal tahun ini, Air New Zealand meluncurkan pesawat Boeing 787-9 Dreamliner yang baru direnovasi.

Kemudian, Japan Airlines menawarkan mi instan bermerek khusus pada penumpang, sedangkan maskapai seperti JetBlue menawarkan Wi-Fi gratis untuk semua orang. Selain penawaran kelas ekonomi reguler, maskapai juga memperkenalkan kabin kelas ekonomi premium yang baru atau yang telah diperbarui.

Emirates, misalnya, baru-baru ini memperluas ketersediaan kabin kelas ekonomi premiumnya pada rute-rute dari AS, yang menawarkan layar lebih besar, kursi lebih luas, dan koleksi anggur mewah yang disajikan di dalam pesawat.

Hilangnya Tiket Pesawat Cetak

Ilustrasi tiket pesawat cetak. (Source: AP)

Di sisi lain, para ahli memperingatkan bahwa maskapai penerbangan akan segera meninggalkan tiket fisik, yang diprediksi sepenuhnya menghilang dalam lima tahun ke depan.

Saat ini, melansir The Sun, 30 September 2025, pelancong masih punya pilihan membawa tiket pesawat dalam bentuk kode QR di ponsel mereka atau mencetaknya. Tahun lalu, Ryanair adalah maskapai penerbangan pertama yang mengonfirmasi bahwa mereka akan menghilangkan boarding pass fisik.

Bos Ryanair Michael O'Leary mengatakan, "Kami sedang berupaya merealisasikanya, mulai 1 Mei (2025), semuanya akan dilakukan di aplikasi, tidak ada yang akan dilakukan di atas kertas lagi." Tapi, kepala eksekutif maskapai penerbangan pemula Riyadh Air, Tony Douglas, melangkah lebih jauh, mengatakan bahkan tiket digital suatu hari nanti bisa hilang.

Tiket digital nantinya diharapkan akan digantikan teknologi biometrik, seperti pemeriksaan iris dan sidik jari, mulai 2030. Dia juga mengatakan bahwa mereka akan memainkan pengalaman "hanya digital" ketika meluncurkan penerbangan musim panas ini.

Negara Mewajibkan Tiket Pesawat Fisik

Ilustrasi tiket pesawat ©Ilustrasi foto Thiếu Quân Võ Vũ di Pexels

Mengamini itu, pakar perjalanan Paul Charles menyebut bahwa dokumen "hampir mati dalam penerbangan." Ia mengatakan pada Mail Online, "Kita juga akan melihat akhir dari paspor fisik dalam waktu 10 tahun, karena bandara memperkenalkan teknologi (pengenal melalui) mata dan wajah untuk memeriksa identitas seseorang."

Namun, itu juga datang dengan peringatan terlalu mengandalkan teknologi. Charles menambahkan, "Tapi terserah pada maskapai penerbangan dan bandara untuk menyediakan lebih banyak fasilitas pengisian daya di pesawat dan di bandara karena sisi negatifnya adalah ponsel kehabisan daya, dan banyak pelancong tidak memiliki kemampuan mengisi ulang baterai ponsel mereka dengan mudah."

Di sisi lain, beberapa negara masih mewajibkan penumpang mencetak tiket mereka, karena terbatasnya teknologi di bandara. Ini termasuk tujuan liburan, seperti Maroko, Turki, dan Tirana di Albania.

Infografis Sederet Aturan Koper Pintar Masuk Kabin Pesawat. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya