Liputan6.com, Jakarta Mantan kiper Italia, Stefano Sorrentino, tak ragu memuji Inter Milan sebagai tim dengan permainan terbaik di Serie A musim ini. Pandangannya bukan tanpa alasan. Di bawah arahan Cristian Chivu, Inter menampilkan sepak bola progresif yang memadukan organisasi taktik dan agresivitas menyerang.
Inter memang mempertahankan inti skuad dari musim sebelumnya. Namun, tambahan pemain baru seperti Petar Sucic, Ange Bonny, dan Luis Henrique, serta kembalinya Francesco Pio Esposito dari masa pinjaman di Spezia, memberi warna segar pada permainan mereka.
Advertisement
Perubahan paling signifikan justru datang dari sisi pelatih. Cristian Chivu menggantikan Simone Inzaghi dan langsung menorehkan kesan lewat kemenangan telak 5-0 atas Torino di San Siro pada debutnya. Meski sempat tersandung dengan dua kekalahan beruntun dari Udinese dan Juventus, Inter bangkit dengan rentetan hasil positif.
Kini, setelah mencatat lima kemenangan beruntun di semua kompetisi, termasuk dua kemenangan di Liga Champions atas Ajax dan Sparta Praha, Inter kembali difavoritkan untuk merebut gelar Serie A. Namun, lebih dari sekadar hasil, gaya bermain mereka yang modern membuat banyak pihak terkesima — termasuk Sorrentino.
Chivu dan Nafas Baru Inter
Di tangan Chivu, Inter tak hanya tampil solid, tapi juga lebih ekspresif dalam menyerang. Mantan bek tengah Inter itu berani melakukan eksperimen taktik yang segar. Saat menghadapi Cremonese, ia menempatkan Nicolo Barella sebagai gelandang bertahan menggantikan Hakan Calhanoglu, sambil memberi kesempatan pada Petar Sucic untuk tampil sejak awal.
“Itu bukan pertandingan yang mudah di atas kertas, tetapi memainkan Nicolo Barella menggantikan Hakan Calhanoglu dan memberi kesempatan pada Petar Sucic, yang akan banyak dibicarakan di masa depan, memberikan angin segar,” ujar Sorrentino dalam program Domenica Sportiva yang dikutip FcInterNews.
Eksperimen itu membuahkan hasil. Inter mendominasi permainan dan menciptakan banyak peluang. Kiper Cremonese, Marco Silvestri, bahkan dianggap Sorrentino sebagai pemain terbaik lawan karena banyaknya ancaman yang harus ia hadapi. “Fakta bahwa Marco Silvestri menjadi pemain terbaik di lapangan menunjukkan betapa banyak peluang yang diciptakan Inter. Ini jelas bukan malam yang menyenangkan bagi Cremonese,” tambahnya.