Beri Dukungan Palestina di Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Norwegia Terancam Disanksi FIFA

Norwegia terancam disanksi FIFA setelah suporter mereka menunjukkan dukungan masif untuk Palestina dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Israel, memicu pertanyaan tentang netralitas olahraga.

oleh ThomasDiterbitkan 15 Oktober 2025, 14:35 WIB
Anggota Kelompok Aksi untuk Palestina berdemonstrasi di luar Stadion Ullevaal di Oslo pada 17 September 2025, menjelang pertandingan kualifikasi Grup I Piala Dunia 2026 antara Norwegia dan Israel pada 11 Oktober. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Ullevaal yang tiketnya telah terjual habis, yang berkapasitas lebih dari 27.000 penonton. (Gorm Kallestad/NTB/AFP)

Liputan6.com, Jakarta- Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) dikabarkan tengah melakukan penyelidikan serius terhadap Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF). Hal ini menyusul insiden dukungan masif terhadap Palestina oleh suporter Norwegia dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Israel pada 11 Oktober 2025 di Stadion Ullevaal, Oslo.

Aksi solidaritas ini, yang melibatkan pengibaran bendera dan spanduk pro-Palestina, berpotensi melanggar aturan ketat FIFA yang melarang campur tangan politik dalam sepak bola. Akibatnya, Norwegia kini menghadapi ancaman sanksi berat yang dapat memengaruhi partisipasi mereka di kancah internasional.

Insiden ini menyoroti dilema antara kebebasan berekspresi dan prinsip netralitas olahraga yang dipegang FIFA, terutama di tengah konflik geopolitik yang sensitif. FIFA dikenal tegas dalam menerapkan aturan ini, dengan beberapa preseden sanksi yang pernah dijatuhkan sebelumnya.


Insiden Dukungan Palestina di Stadion Ullevaal

Pada tanggal 11 Oktober 2025, suasana di Stadion Ullevaal, Oslo, memanas bukan hanya karena pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Norwegia dan Israel. Suporter Norwegia secara masif menunjukkan dukungan mereka untuk Palestina, mengubah stadion menjadi panggung solidaritas.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui pengibaran bendera Palestina berukuran besar di tribun penonton, serta spanduk bertuliskan pesan kemanusiaan seperti "Let Children Live" (Biarkan Anak-Anak Hidup) dan "Free Palestine" (Bebaskan Palestina). Teriakan pro-Palestina juga menggema sepanjang pertandingan, dan lagu kebangsaan Israel bahkan dicemooh oleh sebagian penggemar sebelum pertandingan dimulai.

Di luar stadion, ratusan demonstran pro-Palestina melakukan aksi jalan kaki dari gedung parlemen Norwegia menuju stadion nasional, membawa bendera Palestina dan menyalakan suar. Aksi ini sempat dibubarkan oleh Polisi Norwegia menggunakan gas air mata, yang berujung pada penangkapan sejumlah demonstran.


Aturan Ketat FIFA Mengenai Politik dalam Sepak Bola

Penyerang Norwegia #09, Erling Braut Haaland, merayakan golnya dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup I zona Eropa antara Norwegia dan Israel pada 11 Oktober 2025 di Oslo, Norwegia. (Jonas Been Henriksen/NTB/AFP)

FIFA memiliki regulasi yang sangat ketat terkait larangan penyampaian simbol, pesan, atau gestur berbau politik, ideologis, ofensif, maupun diskriminatif dalam pertandingan sepak bola internasional. Aturan ini bertujuan untuk menjaga netralitas olahraga dan memastikan sepak bola tetap menjadi ajang persatuan.

Larangan tersebut mencakup penggunaan bendera, kaus, nyanyian, dan gestur yang dapat dikaitkan dengan isu politik atau sosial. FIFA menegaskan pentingnya menjaga independensi federasi anggota dari pengaruh pihak ketiga, termasuk pemerintah, sebagaimana diatur dalam Pasal 17 Peraturan FIFA.

Lanjut Baca:

Lebih lanjut, Pasal 4 ayat 5 Law of the Games 2021/2022 yang dirilis IFAB secara tegas melarang atribut yang berkaitan dengan politik serta pandangan pribadi soal politik dan agama dalam sepak bola. Pelanggaran terhadap aturan ini dapat berujung pada sanksi serius bagi federasi atau klub yang terlibat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya